IHSG Merosot 3,06 Persen Akibat Aksi Jual Saham Kapitalisasi Besar

IHSG Merosot 3,06 Persen Akibat Aksi Jual Saham Kapitalisasi Besar
Foto: Ilustrasi IHSG Merosot 3,06 Persen Akibat Aksi Jual Saham Kapitalisasi Besar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga merosot 3,06 persen ke level 7.152,853 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (24/4/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi lepas saham-saham berkapitalisasi besar oleh para investor di tengah melemahnya mayoritas bursa kawasan Asia.

Sebagaimana dilansir dari Money, indeks langsung terjun ke zona merah sejak pembukaan di level 7.378,072 dan sempat menyentuh titik terendah pada angka 7.147,579. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 12.805,516 triliun dengan total 642 saham yang terkoreksi.

Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan penegasan bahwa pelemahan ini didorong oleh aksi jual pada emiten penopang pasar. Nama-nama besar seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat mengalami penurunan signifikan.

"Saham grup konglomerasi dan bluechips kompak memerah, seperti AMMN turun 6,6 persen, BBCA turun 5,8 persen, BREN turun 4,3 persen, dan TLKM anjlok 3,5 persen," ujar Nafan, Jumat.

Secara rinci, saham AMMN merosot 6,79 persen ke posisi 4.870, disusul BBCA yang turun 5,45 persen menjadi 6.075. Sementara itu, BREN melemah 4,26 persen ke level 4.720, dan saham TLKM tercatat turun 3,47 persen menuju angka 2.780 pada siang hari tersebut.

"Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi, dengan IDX Infrastructure dan IDX Energy yang mengalami penurunan terbesar. Mayoritas bursa-bursa utama Asia siang ini berada di zona merah, kecuali Tokyo yang justru menguat nyaris 0,7 persen," papar Nafan.

Tekanan pasar bersifat menyeluruh dengan sektor infrastruktur dan energi sebagai yang paling terdampak. Aktivitas perdagangan di lantai bursa terpantau sangat tinggi dengan volume mencapai 28,638 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp 13,243 triliun yang mencakup 1,66 juta kali frekuensi transaksi.

Artikel terkait

Rekomendasi