Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis pada pembukaan perdagangan Kamis (23/4/2026). Dilansir dari Money, data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.08 WIB menunjukkan indeks naik 6,25 poin atau setara 0,08 persen ke posisi 7.547,86.
Pergerakan indeks pagi ini dibuka pada level 7.564,42, meningkat jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di level 7.541,61. Selama sesi berlangsung, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 7.540,57 hingga mencapai puncaknya di 7.582,50.
Kondisi pasar terpantau cukup dinamis dengan volume transaksi yang menyentuh angka 4,722 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 1,71 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 286.100 kali.
Kapitalisasi pasar domestik saat ini berada di level Rp 13.479 triliun. Angka tersebut memperlihatkan fundamental pasar saham Indonesia yang tetap solid meskipun sedang menghadapi fluktuasi pasar global.
Beberapa indeks sektoral lainnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks LQ45 naik tipis 0,03 persen ke 736,16, sementara Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) menguat lebih tinggi sebesar 0,13 persen ke level 273,73.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan proyeksi bahwa pergerakan indeks hari ini akan cenderung terbatas. Ia memperkirakan rentang support berada di 7.525 dengan resistance pada level 7.570.
"Untuk besok (Kamis) kami perkirakan pergerakan IHSG masih cenderung volatile dengan support 7.525 dan resist 7.570. Kami perkirakan, investor masih mencermati akan gencatan senjata yg diperpanjang oleh AS," ujar Herditya.
Para pelaku pasar saat ini tengah memperhatikan isu eksternal, terutama perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Faktor ini dianggap menjadi penahan arah pergerakan bursa saham dalam jangka pendek.
Phintraco Sekuritas menilai kebijakan perpanjangan gencatan senjata tersebut membawa dampak ambigu bagi investor. Meskipun meredakan tensi geopolitik, hal ini justru memperlama ketidakpastian konflik ke depan.
Analisis teknikal menunjukkan IHSG masih tertahan di bawah MA5 pada level 7.591. Indikator MACD memperlihatkan histogram positif yang mengecil, sementara stochastic RSI telah masuk ke area jenuh beli (overbought).
"Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7.500-7.600 pada perdagangan hari Kamis (23/4/2026)," tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya.
Dari faktor domestik, Bank Indonesia (BI) baru saja menetapkan untuk mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen. Suku bunga deposit facility tetap di 3,75 persen, sedangkan lending facility berada di angka 5,5 persen.
Kebijakan suku bunga tersebut diambil sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di tengah ketidakpastian global, BI berupaya memperkuat pertahanan ekonomi nasional melalui instrumen kebijakan moneter tersebut.
Sektor perbankan juga menunjukkan indikator positif melalui pertumbuhan kredit yang membaik. Pada Maret 2026, realisasi kredit tumbuh 9,49 persen secara tahunan (YoY), naik dari capaian Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen.