Direktur Olahraga AC Milan Igli Tare mengonfirmasi bahwa Rossoneri sedang didera kendala psikologis menyusul kekalahan 2-3 dari Atalanta di Stadion San Siro pada Minggu (10/5/2026). Hasil negatif tersebut memperumit upaya klub dalam mengamankan posisi empat besar klasemen Liga Italia setelah performa buruk yang konsisten selama beberapa pekan terakhir.
Dilansir dari Bola, AC Milan tertinggal tiga gol lebih dulu melalui aksi Ederson, Davide Zappacosta, dan Giacomo Raspadori sebelum akhirnya memperkecil selisih skor lewat Strahinja Pavlovic serta penalti Christopher Nkunku. Kekalahan ini menandai kegagalan Milan meraih kemenangan dalam tiga pertandingan berturut-turut di kompetisi Serie A.
Kekecewaan suporter juga memuncak di tribun penonton ketika kelompok ultras Curva Sud memutuskan meninggalkan stadion saat tim tertinggal 0-3. Igli Tare menegaskan perlunya tanggung jawab kolektif atas penurunan performa yang signifikan dalam satu setengah bulan terakhir.
"Melihat beberapa pertandingan terakhir, kami kehilangan fokus yang tepat. Tidak ada gunanya menyembunyikan hal itu," ujar Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Tare menyadari kekecewaan pendukung setia klub dan mendesak tim untuk segera menganalisis kegagalan mereka agar tetap bisa menentukan nasib sendiri di klasemen akhir.
"Kami semua harus bertanggung jawab. Para fans pantas mendapatkan tim yang berbeda," kata Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Meskipun performa menurun, manajemen Milan mengklaim tim sebenarnya tampil solid hampir sepanjang musim sebelum kehilangan ritme di fase krusial.
"Kami harus menganalisis dengan hati-hati apa yang terjadi malam ini dan dalam enam atau tujuh pekan terakhir. Kami harus fokus mencapai target yang sangat penting ini," ujar Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Mengenai durasi performa tim, Tare mencatat adanya perbedaan kontras antara performa awal musim dengan kondisi saat ini.
"Kami menjalani 10 bulan yang sangat bagus, lalu satu setengah bulan terakhir berjalan di luar ritme," kata Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Terkait aksi protes yang dilakukan oleh para suporter, Tare memberikan pembelaan terhadap reaksi Curva Sud dan mengakui adanya ketidaktenangan dalam skuad asuhan mereka.
"Para fans punya hak untuk melakukan protes. Pendapat mereka sangat penting," ujar Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Analisis internal klub menunjukkan bahwa goyahnya mentalitas pemain berkaitan erat dengan hilangnya peluang mereka dalam perburuan gelar juara.
"Saat ini saya melihat ada masalah mental. Tim tidak berada dalam kondisi tenang dan mereka kehilangan ketenangan yang sebelumnya kami miliki dalam beberapa bulan terakhir," kata Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Faktor psikologis ini semakin diperparah oleh jarak poin yang melebar dengan tim-tim papan atas lainnya di Serie A.
"Sejak kami keluar dari persaingan perebutan posisi pertama, jarak dengan tim-tim lain sedikit mengurangi sesuatu dari diri kami," ujar Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Langkah konkret kini sedang dipertimbangkan manajemen, termasuk opsi pemusatan latihan tertutup atau ritiro untuk menjaga fokus pemain di sisa musim.
"Kami sudah berbicara kepada tim bahwa semua yang terjadi di sekitar kami tidak boleh menguras energi mereka. Kami harus tetap fokus," kata Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Staf pelatih dan manajemen mengharapkan para pemain senior mampu memimpin tim keluar dari masa sulit pada dua pertandingan terakhir.
"Reaksi para pemimpin tim setelah pertandingan sudah tepat. Sekarang kami harus mengubah kata-kata menjadi tindakan," ujar Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.
Kebersamaan tim sebelum pertandingan krusial berikutnya dianggap sebagai faktor kunci untuk memastikan AC Milan mencapai target lolos ke kompetisi Eropa.
"Mungkin kami akan pergi bersama lebih awal untuk melakukan ritiro dan menganalisis semua hal yang kami butuhkan demi mencapai apa yang kami inginkan," kata Igli Tare, Direktur Olahraga AC Milan.