Indonesian Chef Association (ICA) meresmikan pembukaan Chef Expo 2026 di NICE PIK, Jakarta, pada Rabu, 6 Mei 2026, sebagai langkah strategis memperkuat sektor gastronomi nasional. Dilansir dari Suara, ajang kuliner tahunan yang berlangsung selama empat hari ini menargetkan kunjungan hingga 35.000 orang.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang hadir membuka acara menyatakan bahwa kuliner merupakan pilar krusial bagi pariwisata Indonesia. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan penguatan sektor kuliner halal melalui sistem sertifikasi hingga pemberian penghargaan khusus bagi para pelaku industri.
"ICA memandang penting pelestarian warisan tradisi kuliner turun-temurun, terwujud dalam setiap karya masakan," kata Widiyanti, Menteri Pariwisata.
Widiyanti juga memaparkan rangkaian agenda pemerintah dalam mendorong sektor gastronomi melalui program bertajuk Wonderful Indonesia Gastronomy yang akan diselenggarakan di berbagai kota besar di tanah air.
"Untuk itu, kami ada program Wonderful Indonesia Gastronomy Surabaya, Medan, Jogja, lalu Jakarta dan Bali. Kami juga berencana akan membuat Sertifikat Halal Indonesia dan juga Halal Michelin Awards," tutur Widiyanti, Menteri Pariwisata.
Eksistensi kuliner nusantara menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini. Presiden ICA, Chef Santo, menegaskan bahwa motivasi organisasi untuk rutin mengadakan pameran ini berakar pada semangat menjaga warisan budaya pangan Indonesia agar tetap relevan di mata publik.
"Komitmen untuk terus melestarikan kuliner Indonesia menjadi motivasi kuat bagi ICA untuk terus menyelenggarakan Chef Expo dari tahun ke tahun," beber Santo, Presiden ICA.
Ajang ini juga melibatkan figur publik seperti Rieta Amilia atau Mama Rieta yang kembali dipercaya menjadi dewan juri. Rieta mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kompetisi memasak skala besar ini sudah berlangsung selama beberapa edisi sebelumnya.
"Yang kelima kayaknya," ucap Rieta, Figur Publik.
Terkait parameter penjurian, Rieta menjelaskan bahwa standar penilaian bagi para peserta tetap konsisten dengan menitikberatkan pada kualitas hidangan secara komprehensif tanpa adanya perubahan teknis yang mencolok.
"Sama aja sih sebenarnya. Kan kalau kompetisi kan (dinilai) dari semuanya, ya," terang Rieta, Figur Publik.
Pendapat senada disampaikan oleh Mamitoko yang turut menjadi juri pada Chef Expo 2026. Ia menekankan bahwa setiap kontestan harus memperhatikan detail terkecil dalam setiap masakan yang mereka sajikan di hadapan para penguji.
"Dari tampilannya, rasanya, terus kebersihan," ujar Mamitoko, Figur Publik.
Di sela-sela kesibukannya sebagai juri, Rieta turut membagikan pengalaman pribadinya dalam mendidik anak-anaknya di dapur. Ia menyebutkan bahwa kemampuan memasak yang dimiliki anak-anaknya tumbuh secara organik melalui pengamatan sehari-hari di lingkungan rumah.
"Kalau saya, kan, anak-anak saya semuanya masak, belajar masak. Biasanya nggak perlu diajarin, mereka ngelihat. Karena, kan, saya setiap hari masak," kata Rieta, Figur Publik.
Rieta juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap kemajuan kemampuan memasak salah satu anak perempuannya yang secara serius mendalami dunia kuliner di lembaga pendidikan formal.
"Anak saya yang perempuan hebat. Hebat. Yang satu, kan, sekolah masak juga," sambung Rieta, Figur Publik.
Chef Expo 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali diinisiasi pada 2018. Pameran ini menghadirkan berbagai kategori lomba baru seperti Rijsttafel, di samping kategori rutin yakni Indonesian Main Course, Modern Plated Dessert, serta Fruit Carving.
Sejumlah pakar kuliner ternama seperti Chef Juna, Chef Chandra Yudasswara, dan Sisca Soewitomo dijadwalkan mengisi sesi demo memasak. Acara dijadwalkan berakhir pada 9 Mei 2026 yang ditutup dengan seremoni pengumuman pemenang Indonesia Culinary Award.