Ibu Hamil Sering Alami Nyeri Selangkangan Saat Memasuki Trimester Akhir

Ibu Hamil Sering Alami Nyeri Selangkangan Saat Memasuki Trimester Akhir
Foto: Ilustrasi Ibu Hamil Sering Alami Nyeri Selangkangan Saat Memasuki Trimester Akhir.

Rasa ngilu di area selangkangan menjadi keluhan yang sangat sering muncul ketika usia kehamilan semakin tua. Kondisi yang dikenal sebagai nyeri cincin panggul atau nyeri rongga panggul ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Efek nyeri yang dirasakan para ibu hamil bisa bervariasi, mulai dari linu yang datang mendadak hingga rasa sakit yang bertahan lama. Ketidaknyamanan tersebut muncul karena otot dan tulang sedang meregang untuk mempersiapkan ruang bagi pertumbuhan janin.

Dilansir dari Medcom, kondisi ini biasanya mulai terasa pada pertengahan masa kehamilan. Hal itu terjadi saat ligamen bulat di area panggul meregang mengikuti perkembangan ukuran bayi.

Rasa sakit dapat dipicu oleh aktivitas berdiri yang terlalu lama atau pergerakan yang berlebihan. Seiring bertambahnya usia kandungan, tekanan dari kepala bayi pada tulang kemaluan turut membuat area selangkangan terasa semakin nyeri.

Pada beberapa kasus, ketidaknyamanan juga menjalar hingga ke sekitar perut dan pusar. Sebagian ibu hamil bahkan mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih pucat di area pusar, baik disertai rasa nyeri maupun tidak.

Meskipun keluhan ini tergolong umum, setiap rasa sakit selama masa kehamilan tetap memerlukan pemeriksaan terperinci. Langkah ini penting untuk mengantisipasi gangguan kesehatan lain yang tidak berkaitan langsung dengan proses kehamilan.

Penelitian menunjukkan sekitar 0,5% hingga 2% ibu hamil mengalami nyeri perut yang membutuhkan tindakan operasi. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan untuk memastikan pemicu utama dari rasa sakit tersebut.

Saat rasa linu mulai menyerang, beristirahat secara cukup dapat membantu mengurangi tekanan berat pada panggul. Ibu hamil bisa mencoba mengangkat kaki menggunakan topangan bantal atau sandaran kaki agar posisi tubuh menjadi lebih rileks.

Apabila rasa sakit muncul di tengah aktivitas atau waktu kerja, duduk dan beristirahat sejenak terbukti efektif meredakan ketegangan. Mengubah posisi tubuh secara berkala juga disarankan untuk meminimalkan tekanan di area bawah perut.

Langkah penanganan lain yang bisa diterapkan adalah menggunakan ikat penopang perut khusus ibu hamil. Melakukan peregangan ringan seperti menekuk lutut ke arah perut juga efektif meminimalkan rasa tidak nyaman.

Jika diperlukan, tenaga kesehatan dapat merekomendasikan penggunaan obat pereda nyeri yang aman. Namun, ibu hamil dilarang keras mengonsumsi ibuprofen dan aspirin karena kedua jenis obat tersebut tidak aman untuk kandungan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Nyeri selangkangan pada masa kehamilan sebagian besar merupakan kondisi yang normal terjadi. Kendati demikian, terdapat beberapa gejala penyerta yang tidak boleh diabaikan dan membutuhkan penanganan medis segera.

Ibu hamil harus segera menghubungi tenaga kesehatan jika nyeri terasa sangat parah. Gejala lain yang harus diwaspadai meliputi kram, kontraksi, nyeri punggung bawah, tekanan kuat pada panggul, pendarahan, atau peningkatan volume lendir vagina.

Munculnya tanda-tanda tersebut bisa menjadi indikasi awal terjadinya persalinan prematur. Kondisi ini memerlukan penanganan medis secara cepat dan tepat dari tim dokter untuk memastikan keselamatan ibu dan janin.

Artikel terkait

Rekomendasi