Sedan listrik terbaru Hyundai Ioniq V menampakkan wujud resminya melalui dokumen regulasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) menjelang peluncuran di pasar setempat. Kehadiran model ini mempertegas strategi baru pabrikan asal Korea Selatan tersebut dalam memperkuat penetrasi kendaraan listrik khusus pasar China.
Dilansir dari Otomotif, kendaraan ini sebelumnya telah melakukan debut global pada ajang Beijing Auto Show yang berlangsung April 2026. Hyundai menghadirkan desain fastback bergaya coupe yang rendah dan sporty guna membedakan diri dari tren SUV listrik berbentuk kotak yang saat ini mendominasi pasar China.
Berdasarkan laporan Carnewschina pada Minggu (10/9/2026), dokumen resmi MIIT mengungkap detail desain berupa pintu tanpa bingkai (frameless) dan pelek aerodinamis berukuran besar. Area belakang dilengkapi lampu full-width dengan konsep desain star-track yang menjadi ciri khas baru Beijing Hyundai.
Tim desain Hyundai di China merancang langsung mobil ini agar selaras dengan preferensi konsumen lokal. Dari sisi teknis, Ioniq V memiliki dimensi panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.900 mm.
Pemanfaatan platform E-GMP milik Hyundai memungkinkan Ioniq V hadir dalam dua opsi teknologi penggerak. Konsumen dapat memilih varian Battery Electric Vehicle (BEV) murni atau Extended-Range Electric Vehicle (EREV) yang menawarkan jangkauan lebih jauh.
Sistem kelistrikan mobil ini telah mendukung pengisian daya cepat 800V dengan motor listrik berefisiensi tinggi. Guna mengoptimalkan fitur digital, Hyundai berkolaborasi dengan raksasa teknologi seperti Qualcomm, CATL, Momenta, Baidu Wenxin Large Language Models, hingga Volcano Engine.
Bagian interior Ioniq V dibekali layar ultra-tipis berukuran 27 inci dengan resolusi 4K dan fitur head-up display bernama Cyber Eye. Kendaraan ini juga mengadopsi sistem bantuan berkendara Level 2+ yang didukung oleh sistem dari Momenta dan chip Snapdragon 8295.
Ekspansi model ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk menghadirkan beragam varian kendaraan di pasar yang kompetitif. Langkah strategis ini mencakup peluncuran puluhan model baru dalam jangka menengah.
"Hyundai bakal meluncurkan 20 model baru di China dalam lima tahun ke depan. Model-model tersebut mencakup kendaraan listrik, EREV, hybrid, hingga mobil bermesin bensin," ujar Jose Munoz, CEO Hyundai Motor.
Upaya masif tersebut dilakukan di tengah penurunan kinerja penjualan Hyundai di China yang tercatat mencapai 17,6 persen pada Maret 2026. Data dari China EV DataTracker menunjukkan pangsa pasar pabrikan tersebut saat ini berada pada angka 0,5 persen dengan total penjualan 8.909 unit.