Menjelang Hari Raya Idul Adha, kerap muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keabsahan seseorang yang hendak berkurban memotong rambut dan kukunya. Dalam Islam, persoalan ini memang menjadi pembahasan para ulama berdasarkan sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW, seperti dilansir dari Detikcom.
Larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang berniat berkurban disebutkan dalam hadits riwayat Muslim berikut:
Ï¡┘ÄÏ»┘æ┘ÄϽ┘Ä┘å┘ÄϺ ϺϿ┘Æ┘å┘Å Ïú┘ÄÏ¿┘É┘è Ï╣┘Å┘à┘ÄÏ▒┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘Ä┘â┘Ä┘è Ï¡┘ÄÏ»┘æ┘ÄϽ┘Ä┘å┘ÄϺ Ï│┘Å┘ü┘Æ┘è┘ÄϺ┘å┘Å Ï╣┘Ä┘å┘Æ Ï╣┘ÄÏ¿┘ÆÏ»┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘Ä┘å┘É Ï¿┘Æ┘å┘É Ï¡┘Å┘à┘Ä┘è┘ÆÏ»┘É Ï¿┘Æ┘å┘É Ï╣┘ÄÏ¿┘ÆÏ»┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘Ä┘å┘É Ï¿┘Æ┘å┘É Ï╣┘Ä┘ê┘Æ┘ü┘ì Ï│┘Ä┘à┘ÉÏ╣┘Ä Ï│┘ÄÏ╣┘ÉID┘Ä Ï¿┘Æ┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ│┘Ä┘è┘æ┘ÄÏ¿┘É ┘è┘ÅÏ¡┘ÄÏ»┘æ┘ÉϽ┘Å Ï╣┘Ä┘å┘Æ Ïú┘Å┘à┘Ä Ï│┘Ä┘ä┘Ä┘à┘ÄÏ®┘Ä Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄÏ¿┘É┘è┘æ┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘ê┘Ä Ï│┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘à┘Ä ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘ÄϬ┘Æ Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘ÄÏ┤┘ÆÏ▒┘Å ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ▒┘ÄϺϻ┘Ä Ïú┘ÄÏ¡┘ÄÏ»┘Å┘â┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘ÅÏÂ┘ÄÏ¡┘Ä┘ë ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘è┘Ä┘à┘ÄÏ│┘æ┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ï┤┘ÄÏ╣┘ÄÏ▒┘É┘ç┘É ┘ê┘ÄÏ¿┘ÄÏ┤┘ÄÏ▒┘É┘ç┘É Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏª┘ïϺ ┘é┘É┘è┘ä┘Ä ┘ä┘ÉÏ│┘Å┘ü┘Æ┘è┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ü┘ÄÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ï¿┘ÄÏ╣┘ÆÏÂ┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ ┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏ▒┘Æ┘ü┘ÄÏ╣┘Å┘ç┘Å ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘É┘å┘è┘æ┘É Ïú┘ÄÏ▒┘Æ┘ü┘ÄÏ╣┘Å┘ç┘Å
"Ketika sudah masuk tanggal 10 Zulhijah dan kalian ada yang ingin berkurban, maka janganlah ia menyentuh rambut kepala dan kulitnya dengan sesuatu."
Dalam riwayat lain disebutkan:
┘à┘Ä┘å┘Æ ┘â┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å Ï░┘ÉÏ¿┘ÆÏ¡┘î ┘è┘ÄÏ░┘ÆÏ¿┘ÄÏ¡┘Å┘ç┘Å ┘ü┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ Ïú┘Ä┘ç┘Ä┘ä┘æ┘Ä ┘ç┘É┘ä┘ÄϺ┘ä┘Å Ï░┘É┘è Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Éϼ┘æ┘ÄÏ®┘É ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏú┘ÆÏ«┘ÅÏ░┘Ä┘å┘æ┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ï┤┘ÄÏ╣┘ÄÏ▒┘É┘ç┘É ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘ÄÏÀ┘Æ┘ü┘ÄϺÏ▒┘É┘ç┘É Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏª┘ïϺ Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë ┘è┘ÅÏÂ┘ÄÏ¡┘É┘è┘Ä
"Barangsiapa memiliki hewan yang akan disembelih untuk kurban, apabila sudah masuk hilal bulan Zulhijah maka ia tidak boleh mengambil (memotong) sesuatu pun dari rambut dan kukunya sampai ia menyembelih kurbannya." (HR Muslim dari Ummu Salamah ra.)
Hadits-hadits tersebut menjadi dasar bagi sebagian ulama yang melarang memotong rambut dan kuku sejak masuk 1 Zulhijjah hingga hewan kurban disembelih.
Meski demikian, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum larangan tersebut. Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan mayoritas ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa hukumnya makruh tanzih, bukan haram.
Pendapat itu didasarkan pada hadits Sayyidah Aisyah berikut:
┘ü┘ÄϬ┘Ä┘ä┘ÆÏ¬┘Å ┘é┘Ä┘ä┘ÄϺϪ┘ÉÏ»┘Ä ┘ç┘ÄÏ»┘Æ┘è┘É Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄÏ¿┘É┘è┘æ┘É ÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘à┘Ä Ï½┘Å┘à┘æ┘Ä Ïú┘ÄÏ┤┘ÆÏ╣┘ÄÏ▒┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘é┘Ä┘ä┘æ┘ÄÏ»┘Ä┘ç┘ÄϺ Ïú┘Ä┘ê┘Æ ┘é┘Ä┘ä┘æ┘ÄÏ»┘ÆÏ¬┘Å┘ç┘ÄϺ Ͻ┘Å┘à┘æ┘Ä Ï¿┘ÄÏ╣┘ÄϽ┘Ä Ï¿┘É┘ç┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘é┘ÄϺ┘à┘Ä Ï¿┘ÉϺ┘ä┘Æ┘à┘ÄÏ»┘É┘è┘å┘ÄÏ®┘É ┘ü┘Ä┘à┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ▒┘Å┘à┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏí┘î ┘â┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å Ï¡┘É┘ä
"Aku memintal ikatan-ikatan unta hadyu Rasulullah dengan kedua tanganku. Lalu aku meng-isy'arnya (memberi tanda) dan beliau men-taqlid-nya (mengalungi lehernya) atau aku men-taqlidnya, kemudian unta-unta hadyu itu dikirim ke Baitullah sedangkan aku masih tinggal di Madinah bersama Rasulullah dan tidak diharamkan sesuatu pun baginya yang sebelumnya dihalalkan." (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra.)
Dalam buku Tuntutan Berkurban dan Menyembelih Hewan karya Ali Ghifron, Lc dijelaskan bahwa hadits tersebut menunjukkan seseorang yang telah mengirim hewan hadyu tetap diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya halal, termasuk memotong rambut dan kuku.
Karena itu, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan sebagian besar ulama Syafi'iyah memahami larangan dalam hadits Ummu Salamah sebagai anjuran untuk meninggalkan, bukan larangan yang bersifat haram. Bahkan Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya berpendapat bahwa memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban hukumnya boleh.
Al-Khattabi dalam kitab 'Aunul Ma'bud juga menyebut hadits Aisyah menjadi dalil bahwa larangan tersebut bersifat imbauan, bukan pengharaman.
Pendapat yang Mengharamkan
Sementara itu, sebagian ulama lain cenderung mengharamkan memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban setelah masuk bulan Zulhijjah. Pendapat ini di antaranya disebutkan oleh Syaikh Nada Abu Ahmad dalam kitab Al-Jami' li Ahkam Al-Udhiyah.
Pendapat tersebut diperkuat riwayat yang disebut Imam Ibnu Hazm dalam kitab Al-Muhalla bahwa Yahya bin Ya'mar pernah memberikan fatwa di Khurasan agar orang yang telah berniat berkurban tidak memotong kuku dan rambutnya hingga hewan kurbannya disembelih.
Imam Qatadah berkata:
"Kemudian aku menceritakan fatwa dari Yahya bin Ya'mar itu kepada Sa'id bin Musayyab, dan ia pun menjawab, 'Memang benar demikian. Aku mengetahuinya dari para sahabat Rasulullah.'"
Berdasarkan riwayat tersebut, sebagian sahabat Nabi memahami larangan itu sebagai sesuatu yang tidak boleh dilakukan.
Ketentuan Khusus Jemaah Haji dan Umrah
Di sisi lain, ada pula pendapat yang menyebut larangan memotong rambut dan kuku hanya berlaku bagi orang yg berihram saat melaksanakan ibadah haji atau umrah, bukan untuk umat Islam secara umum.
"Dan, janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya."
Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur'an, Sayyid Qutb menjelaskan bahwa hukum tersebut berlaku bagi orang yang sedang ihram haji atau umrah. Mereka tidak diperkenankan mencukur rambut sebelum hewan kurban sampai di tempat penyembelihan.
Namun dalam hal ini, Islam juga memberikan keringanan bagi jemaah yang memiliki uzur, seperti sakit atau gangguan di kepala sehingga ia perlu bercukur walau sedang ihram. Sebagai konsekuensinya, ia wajib membayar fidyah atau berpuasa.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:
"Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur) maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban."
Ketentuan ini juga diperkuat hadits Ka'ab bin Ujrah berikut:
┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘ÆÏ¬┘Å Ïú┘ÄÏ▒┘Ä┘ë Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¼┘Å┘ç┘ÆÏ»┘Ä Ï¿┘Ä┘ä┘ÄÏ║┘Ä Ï¿┘É┘â┘Ä ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ Ïî Ïú┘Ä┘à┘ÄϺ Ϭ┘Äϼ┘ÉÏ»┘Å Ï┤┘ÄϺϮ┘î σ ┘é┘Å┘ä┘ÆÏ¬┘ÅÏî "┘äϺ ." ┘é┘ÄϺ┘ä┘ÄÏî "ÏÁ┘Å┘à┘Æ Ï½┘Ä┘ä┘ÄϺϽ┘ÄÏ®┘Ä Ïú┘Ä┘è┘æ┘ÄϺ┘à┘ìÏî Ïú┘Ä┘ê┘Æ Ïú┘ÄÏÀ┘ÆÏ╣┘É┘à_ Ï│┘ÉϬ┘æ┘ÄÏ®┘Ä ┘à┘ÄÏ│┘ÄϺ┘â┘É┘è┘å┘ÄÏî ┘ä┘É┘â┘Å┘ä┘æ┘É ┘à┘ÉÏ│┘Æ┘â┘É┘è┘å┘ì ┘å┘ÉÏÁ┘Æ┘ü┘Å ÏÁ┘ÄϺÏ╣┘É ┘à┘É┘å┘Æ ÏÀ┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘à┘ìÏî ┘ê┘ÄϺϫ┘Æ┘ä┘É┘é┘Æ Ï▒┘ÄÏú┘ÆÏ│┘Ä┘â┘Ä )
"Aku tidak menyangka penderitaanmu sampai seperti ini. Apakah engkau bisa mendapatkan seekor kambing? Aku menjawab, 'Tidak.' Beliau bersabda, 'Berpuasalah selama tiga hari, atau berilah makan enam orang miskin, tiap-tiap seorang miskin setengah sha' makanan, dan cukurlah kepalamu.'" (HR Imam Bukhari)
Dengan demikian, para ulama memang berbeda pendapat mengenai hukum memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban. Sebagian memakruhkan, sebagian membolehkan, dan sebagian lainnya mengharamkan. Ada pula yang menganggap larangan tersebut hanya berlaku bagi jemaah haji atau umrah yang berihram. Meski begitu, seluruh pendapat tersebut sama-sama berlandaskan hadits dan ijtihad ulama.