Penjaga gawang Ajax Amsterdam, Maarten Paes, mendapatkan kritik tajam dari pengamat sepak bola Belanda, Hugo Borst, setelah tampil dalam laga pekan ke-32 Eredivisie melawan PSV Eindhoven di Stadion Johan Cruyff Arena, Sabtu (2/5/2026).
Dilansir dari Bola, pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 2-2 setelah Ajax sempat tertinggal dua kali. Sepanjang 90 menit laga berjalan, Paes tercatat tidak melakukan satu pun penyelamatan karena dua tembakan tepat sasaran milik PSV seluruhnya berujung gol.
Gol pertama PSV dicetak oleh Ricardo Pepi saat laga baru berjalan 33 detik, yang kemudian dibalas oleh bek Ajax Anton Gaaei pada menit ke-11. Pada babak kedua, Myron Boadu membawa PSV unggul kembali di menit ke-72, sebelum akhirnya Mika Godts menyamakan kedudukan pada masa injury time.
Kritik Borst muncul setelah ia mengamati kesalahan operan yang dilakukan oleh penjaga gawang tim nasional Indonesia tersebut dalam mengalirkan bola. Borst menyoroti bahwa peran kiper modern saat ini menuntut kemampuan yang lebih lengkap, tidak sekadar melakukan penyelamatan.
"Cukup menyedihkan jika nama Anda Paes dan memberikan bola-bola seperti ini," kata Borst.
Narasi pengamat tersebut berlanjut dengan membandingkan performa Paes dengan standar kiper di kompetisi Amerika Serikat. Borst menegaskan bahwa kemampuan kaki menjadi aspek krusial bagi pemain yang berposisi di bawah mistar gawang saat ini.
"Saya dengar di sana-sini dia membuat banyak penyelamatan bagus di Amerika, ada kiper yang bagus dalam penyelamatan, tetapi sekarang posisi ini sudah menjadi peran yang sangat lengkap," ucap Borst.
Borst juga memberikan ilustrasi mengenai penempatan posisi yang baik dengan menceritakan pengalamannya melihat legenda Ajax, Johan Cruyff, saat berlatih sebagai kiper. Menurutnya, pemahaman ruang sangat membantu seorang penjaga gawang dalam menghalau bola.
"Saya pernah melihat Johan Cruyff berdiri di bawah mistar saat latihan, dia menghentikan bola dengan posisi yang tepat, sebagian besar bola dia hentikan tanpa menggunakan tangan," tutur Borst.
Ia menutup komentarnya dengan menegaskan ketidakpuasannya terhadap kualitas Paes sebagai kiper Ajax. Borst menganggap pemain yang didatangkan dari FC Dallas itu belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh klub sebesar Ajax.
"Seorang kiper harus benar-benar memiliki banyak kemampuan, Anda membutuhkan tangan, tetapi juga kaki, sebenarnya sangat aneh pemain seperti ini bisa berada di Ajax, dia tidak mampu," ujar Borst.
Paes bergabung dengan Ajax pada bursa transfer musim dingin tahun ini dengan nilai transfer mencapai 1,5 juta euro atau sekitar 30,4 miliar rupiah. Meskipun awalnya diproyeksikan sebagai pelapis, Paes menjadi pilihan utama menyusul cederanya Vitezslav Jaros dan kini telah mencatatkan sembilan penampilan di Liga Belanda.