Honda Luncurkan SUV Listrik Insight Limited Edition di Jepang

Honda Luncurkan SUV Listrik Insight Limited Edition di Jepang
Foto: Ilustrasi Honda Luncurkan SUV Listrik Insight Limited Edition di Jepang.

Produsen otomotif asal Jepang, Honda, resmi memperkenalkan kembali lini legendaris Insight sebagai SUV bertenaga listrik murni (EV) dalam jumlah terbatas hanya 3.000 unit. Peluncuran kendaraan ramah lingkungan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, dengan fokus utama pemasaran pada pasar domestik Jepang.

Mobil yang dibanderol seharga 5,5 juta yen atau setara Rp 594 jutaan ini merupakan transformasi total dari model sebelumnya yang berbasis hybrid. Dilansir dari Detik Oto, identitas baru Insight kini mengusung konsep SUV crossover yang telah disesuaikan dari model pengembangan awal untuk pasar China guna memenuhi kebutuhan konsumen di Jepang.

Perubahan signifikan ini menjadi tonggak sejarah baru sejak penghentian produksi Insight hybrid pada Desember 2022 silam. Pada sektor performa, kendaraan ini dibekali baterai kapasitas besar yang mampu menempuh jarak hingga 535 kilometer berdasarkan standar WLTC. Pengisian daya cepat menggunakan output 50kW memungkinkan baterai terisi hingga 80 persen dalam durasi 40 menit.

Aspek interior dirancang dengan konsep modern yang dilengkapi lampu ambient LED serta material berkualitas tinggi untuk membungkus ruang pengemudi. Kabin menawarkan visibilitas luas berkat posisi duduk yang tinggi, sementara fleksibilitas ruang bagasi didukung oleh konfigurasi kursi belakang yang dapat dilipat serta pengaturan ketinggian lantai.

Honda juga menyematkan teknologi keselamatan Honda Sensing yang mencakup 15 fungsi bantuan pengemudi canggih untuk menjamin keamanan berkendara. Pengguna dapat memilih empat mode berkendara yang tersedia, yakni normal, sport, econ, dan snow, menyesuaikan dengan kondisi medan jalan yang dihadapi.

Meski harga resmi dipatok pada angka 5,5 juta yen, konsumen di Jepang berpotensi mendapatkan harga yang lebih terjangkau melalui skema subsidi pemerintah. Dengan dukungan dana dari pemerintah pusat, harga dapat turun menjadi 4 juta yen, bahkan mencapai 3 juta yen atau sekitar Rp 323 juta jika ditambah dengan subsidi khusus dari pemerintah daerah Tokyo.

Artikel terkait

Rekomendasi