Honda Berhenti Jual Mobil di Korea Selatan Setelah Dua Dekade

Honda Berhenti Jual Mobil di Korea Selatan Setelah Dua Dekade
Foto: Ilustrasi Honda Berhenti Jual Mobil di Korea Selatan Setelah Dua Dekade.

Produsen otomotif asal Jepang, Honda, memutuskan untuk menyudahi penjualan unit mobil di pasar Korea Selatan setelah berkiprah selama lebih dari 20 tahun. Langkah penghentian operasional ini dijadwalkan mulai berlaku pada akhir tahun mendatang.

Meskipun lini kendaraan roda empat ditarik dari peredaran, perusahaan tetap akan melanjutkan bisnis penjualan sepeda motor di negara tersebut. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Suara, Honda pertama kali menapakkan kaki di industri otomotif Korea Selatan pada tahun 2004.

Selama periode tersebut, konsumen di Korea Selatan dapat mengakses berbagai model populer seperti Accord dan CR-V. Namun, performa penjualan mobil Honda di wilayah ini dinilai tidak mampu menarik minat pasar secara signifikan.

Laporan dari Reuters mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu, Honda hanya mencatatkan angka penjualan kurang dari 2.000 unit di seluruh penjuru Korea Selatan. Angka ini dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan performa pasar global lainnya.

Sebagai perbandingan, Honda mampu melepas hingga 13.612 unit model Accord di pasar Amerika Serikat hanya dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada Maret lalu. Perbedaan volume penjualan yang sangat jomplang ini diduga menjadi pemicu utama keputusan hengkang tersebut.

Pihak manajemen Honda memberikan penjelasan mengenai latar belakang kebijakan strategis ini. Mereka mengaitkan penarikan diri tersebut dengan dinamika pasar otomotif yang kian berubah, baik secara global maupun spesifik di Korea Selatan.

"Langkah tersebut diambil setelah pertimbangan menyeluruh dari perspektif memusatkan sumber daya perusahaan untuk memperkuat daya saing jangka menengah hingga panjang," tulis pernyataan resmi perusahaan.

Meskipun penghentian penjualan akan segera dilakukan, para pemilik kendaraan Honda saat ini diminta untuk tidak khawatir terkait dukungan teknis. Honda berkomitmen untuk tetap menyediakan layanan purna jual yang komprehensif bagi pelanggan setianya.

Perusahaan menjamin ketersediaan suku cadang, layanan servis rutin, perawatan berkala, hingga klaim garansi akan tetap berjalan seperti biasa. Penegasan ini disampaikan untuk menjaga kepercayaan konsumen di Korea Selatan dalam jangka pendek maupun menengah.

"Honda tetap akan menyediakan layanan purna jual, termasuk servis dan perawatan kendaraan, pasokan suku cadang, serta dukungan garansi bagi pelanggan kendaraan Honda di pasar Korea Selatan," demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan melalui situs resminya.

Perbandingan dengan Kompetitor di Pasar Impor

Data dari Asosiasi Importir & Distributor Otomotif Korea menunjukkan bahwa jumlah unit Honda yang terdaftar pada bulan lalu hanya mencapai 84 unit. Walaupun angka ini relatif rendah, posisi Honda sebenarnya masih berada di atas beberapa merek asing lainnya.

Jumlah pendaftaran Honda tersebut masih melampaui Cadillac yang mencatatkan 75 unit, Peugeot dengan 72 unit, Lincoln sebanyak 20 unit, serta Chevrolet dan Ford yang masing-masing hanya membukukan 6 dan 35 unit.

Namun, kesenjangan terlihat sangat mencolok ketika Honda dibandingkan dengan penguasa pasar kendaraan impor di Korea Selatan. Tesla memimpin jauh dengan 11.130 unit terdaftar pada bulan Maret, diikuti oleh BMW yang menjual 6.785 unit dan Mercedes yang mencapai 5.419 unit.

Kedepannya, fokus utama Honda Korea akan dialihkan sepenuhnya pada segmen sepeda motor yang dinilai sebagai pilar utama operasional perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat fondasi bisnis melalui produk-produk yang lebih kompetitif di masa depan.

"Honda Korea akan memperkuat bisnisnya dengan terus menghadirkan produk-produk menarik serta meningkatkan layanan dan pengalaman bagi pelanggan di Korea Selatan," kata pihak Honda.

Artikel terkait

Rekomendasi