Penyanyi sekaligus aktris Hayden Lesley Panettiere membagikan kisah perjalanan hidupnya di industri hiburan melalui sebuah memoar terbaru. Buku berjudul This Is Me: A Reckoning tersebut membongkar pengalaman emosional sang aktris saat terjebak dalam sisi gelap Hollywood.
Seperti dikutip dari Detikcom yang melansir People pada Kamis (21/5/2026), buku yang resmi dirilis pada Selasa (19/5) ini memuat serangkaian peristiwa mengejutkan. Mantan bintang serial Heroes tersebut mengenang kembali dua insiden tidak menyenangkan yang menimpanya saat masih berusia belasan tahun.
Panettiere yang kini menginjak usia 36 tahun menceritakan kejadian di atas kapal pesiar mewah ketika dirinya berumur 18 tahun. Menurut pengakuannya, seorang temannya yang bernama Stella McAmis menyuruh dirinya masuk ke kamar tidur bersama seorang penyanyi terkenal asal Inggris yang tidak mengenakan busana.
Situasi tersebut membuat Panettiere merasa sangat terjebak sekaligus tidak berdaya. Ia mengingat betul bagaimana besarnya pengaruh dan kekuasaan yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar lingkungan tersebut.
Pengalaman traumatis berikutnya terjadi setahun setelah peristiwa di kapal pesiar. Saat berusia 19 tahun, Panettiere menghadiri sebuah pertemuan intim di salah satu apartemen temannya yang berlokasi di Los Angeles.
Pertemuan tersebut dirasakan lebih menyerupai perkumpulan rahasia daripada pesta biasa karena dihadiri beberapa pria dengan usia yang jauh lebih tua. Ketika dirinya memutuskan untuk pulang dan meninggalkan lokasi, seorang aktor pemenang piala Oscar terkenal membuntutinya.
Aktor senior tersebut kemudian mendekati Panettiere sambil melontarkan kalimat tidak senonoh mengenai celananya. Tindakan tersebut seketika memicu rasa takut yang mendalam pada diri sang aktris.
"Saya melihat ke bawah dan langsung merasa jijik," tulis Panettiere dalam memoarnya.
Meskipun tidak sampai mengalami kekerasan fisik dan berhasil melarikan diri dari tempat tersebut, kejadian itu menyisakan syok berat bagi dirinya. Hayden Panettiere mengaku bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, pria-pria di Hollywood yang ia temui selalu bersikap ramah dan penuh hormat.
Ia sempat menduga tindakan janggal tersebut hanya sekadar lelucon akibat pengaruh alkohol. Namun, ia kemudian menyadari betapa tidak pantasnya perilaku itu dilakukan oleh seorang pria dewasa yang memiliki reputasi besar di industri sinema.
Alasan Merahasiakan Identitas Pelaku
Dalam tulisan di memoarnya, Panettiere memilih untuk tidak membeberkan nama-nama oknum yang terlibat dalam kejadian tersebut secara spesifik.
"Karena itu akan terlihat buruk bagi mereka dan orang-orang yang tidak saya sebutkan namanya umumnya adalah orang-orang di industri saya. Mereka adalah orang-orang yang mungkin akan saya temui lagi," jelasnya kepada The Hollywood Reporter.
"Saya tidak ingin menempatkan diri saya dalam posisi itu. Kejadian itu sudah lama terjadi, tetapi itu untuk melindungi saya dan perusahaan saya dari tuntutan hukum oleh beberapa orang terkenal yang sangat marah," sambungnya.
Buku This Is Me: A Reckoning kini menjadi sarana bagi Hayden Panettiere untuk menyuarakan kembali perjuangan, trauma, serta realitas pahit yang ia hadapi sejak mengawali karier di dunia hiburan pada usia muda.