Hasil Pertandingan Belanda vs Aljazair: Dominan 90 Menit, De Oranje Tumbang Mengejutkan di 2026

Hasil Pertandingan Belanda vs Aljazair: Dominan 90 Menit, De Oranje Tumbang Mengejutkan di 2026
Foto: Hasil Pertandingan Belanda vs Aljazair: Dominan 90 Menit, De Oranje Tumbang Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)

Kejutan besar terjadi dalam pertandingan uji coba internasional menjelang Piala Dunia 2026. Timnas Belanda secara mengejutkan harus mengakui keunggulan Aljazair dengan skor tipis 0-1 di markas sendiri.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Feijenoord, Rotterdam, pada Kamis (4/6/2026) ini menjadi sorotan utama bagi pencinta sepak bola. Satu gol kemenangan Aljazair dicetak oleh Anis Hadj Moussa pada menit ke-86.

Dominasi Belanda yang Berujung Sia-sia

Pasukan Ronald Koeman sebenarnya tampil sangat impresif dan memegang kendali permainan sejak peluit pertama dibunyikan. Tim berjuluk Oranje ini terus-menerus menekan pertahanan tim tamu sepanjang waktu normal.

Skuad Belanda mendominasi penguasaan bola dan menciptakan serangkaian peluang berbahaya ke arah gawang lawan. Sayangnya, efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama bagi Cody Gakpo dan kawan-kawan dalam laga ini.

Di sisi lain, Aljazair justru tampil sangat disiplin dan sabar dalam menanti celah untuk melakukan serangan balik. Satu momentum krusial di akhir pertandingan berhasil dimanfaatkan secara maksimal untuk membungkam pendukung tuan rumah.

Meski hanya bertajuk uji coba, kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih Belanda. Pertandingan ini merupakan persiapan pemungkas bagi kedua negara sebelum bertempur di putaran final Piala Dunia pekan depan.

Jalannya Babak Pertama yang Menegangkan

Sejak awal laga, Belanda langsung tancap gas dengan mengandalkan kecepatan sisi sayap. Pergerakan Cody Gakpo dan pemain debutan Crysencio Summerville berulang kali merepotkan barisan pertahanan Aljazair.

Peluang emas pertama Belanda tercipta pada menit kedelapan melalui aksi individu Tijjani Reijnders. Ia mengirimkan umpan silang akurat kepada Donyell Malen yang berdiri bebas di area penalti.

Malen yang tinggal berhadapan dengan kiper gagal memaksimalkan kesempatan tersebut. Tembakannya hanya membentur tiang gawang sebelah kiri yang dikawal oleh Luca Zidane.

Hanya berselang dua menit, stadion sempat bergemuruh ketika Reijnders berhasil menjaringkan bola ke gawang Aljazair. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Summerville sudah terjebak posisi offside sebelum mengirim umpan.

Tekanan dari tuan rumah tidak berhenti sampai di situ saja. Pada menit ke-19, Ryan Gravenberch mencoba peruntungannya melalui tembakan jarak jauh yang masih bisa diamankan Zidane.

Donyell Malen kembali membuang peluang manis dari jarak dekat beberapa saat kemudian. Performa luar biasa Luca Zidane di bawah mistar gawang Aljazair menjadi tembok kokoh bagi lini depan Belanda.

Kiper Aljazair tersebut sukses mementahkan berbagai upaya dari Reijnders, Gakpo, hingga Malen. Penyelamatan demi penyelamatan gemilang terus ia lakukan untuk menjaga skor tetap kacamata.

Aljazair bukan tanpa perlawanan, mereka sempat mengancam lewat skema serangan balik cepat di menit ke-27. Riyad Mahrez memberikan umpan kepada Mohamed Amoura, meski sepakannya masih melambung di atas gawang.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap bertahan 0-0. Kedua tim masuk ke ruang ganti dengan catatan peluang yang cukup kontras.

Babak Kedua dan Perubahan Taktik

Memasuki paruh kedua, Ronald Koeman dan Vladimir Petkovic melakukan banyak pergantian pemain. Hal ini dilakukan demi menjaga kebugaran fisik skuad utama serta menguji formasi alternatif.

Belanda tetap memegang inisiatif serangan demi mencari gol pembuka di hadapan publik sendiri. Malen kembali mengancam pada menit ke-52, namun akurasinya masih menjadi kendala besar.

Justin Kluivert yang masuk sebagai pemain pengganti hampir saja memecah kebuntuan pada menit ke-62. Tembakan melengkungnya yang mengarah tepat ke pojok gawang berhasil ditepis secara heroik oleh Zidane.

Seiring berjalannya waktu, tempo permainan mulai menurun akibat banyaknya rotasi pemain dari kedua kubu. Pertandingan sempat terlihat monoton karena minimnya peluang bersih di pertengahan babak kedua.

Fakta menarik dari pertandingan Belanda melawan Aljazair :

  • Pertandingan digelar di Stadion Feijenoord, Rotterdam sebagai laga pemanasan Piala Dunia.
  • Anis Hadj Moussa mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-86.
  • Luca Zidane tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang Aljazair.
  • Belanda mendominasi penguasaan bola namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Daftar fakta di atas menggambarkan bagaimana jalannya pertandingan yang sangat didominasi Belanda namun dimenangkan oleh Aljazair.

Gol Kejutan dari Anis Hadj Moussa

Kebuntuan pertandingan akhirnya pecah menjelang menit-menit akhir waktu normal. Justru tim tamu yang berhasil mencuri keunggulan melalui sebuah skema serangan yang terukur.

Nabil Bentaleb mengirimkan umpan panjang yang sangat akurat ke sisi kanan lapangan. Bola tersebut diterima dengan sempurna oleh Anis Hadj Moussa yang langsung menusuk ke area penalti.

Pemain yang merumput untuk Feyenoord ini menunjukkan aksi individu yang memukau. Setelah berhasil melewati hadangan Jorrel Hato, ia melepaskan tendangan kaki kiri yang melengkung indah.

Bola meluncur deras tanpa bisa dijangkau oleh kiper Robin Roefs dan bersarang di pojok atas gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Aljazair pada menit ke-86.

Tersentak oleh gol tersebut, Belanda mencoba mengurung pertahanan Aljazair di sisa waktu tambahan. Namun, pertahanan berlapis yang diterapkan Aljazair terbukti terlalu tangguh untuk ditembus.

Hingga akhir laga, kedudukan tetap tidak berubah untuk kemenangan dramatis Aljazair. Kemenangan ini menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi mereka menuju turnamen besar.

Statistik kunci pertandingan uji coba internasional :

Kategori Statistik Timnas Belanda Timnas Aljazair
Skor Akhir 0 1
Pencetak Gol - Anis Hadj Moussa (86')
Penguasaan Bola 64% 36%
Total Tembakan 18 5

Data statistik tersebut memperlihatkan betapa dominannya Belanda meski pada akhirnya harus menelan kekalahan pahit. Efisiensi serangan menjadi kunci utama kemenangan Aljazair dalam laga kali ini.

Kekalahan ini menjadi sinyal waspada bagi tim Oranje sebelum memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Aljazair membuktikan bahwa mereka siap bersaing dengan tim-tim besar dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi