Langkah ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, harus terhenti lebih awal di ajang bergengsi Polytron Indonesia Open 2026. Pasangan yang dijuluki The Babbies ini harus mengakui keunggulan wakil Taiwan setelah melalui pertarungan sengit di babak pertama.
Kekalahan ini terjadi saat mereka menghadapi pasangan Lee Jhe-Huei dan Yang Po-Hsuan. Meski tampil di hadapan pendukung sendiri, Leo/Daniel tidak mampu membendung tekanan lawan hingga laga berakhir dengan kemenangan untuk pihak lawan.
Jalannya Pertandingan dan Duel Sengit Tiga Gim
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari pasangan Taiwan yang langsung melesat unggul 5-1 di awal gim pertama. Leo/Daniel tidak tinggal diam dan berusaha menemukan ritme permainan mereka untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika mereka berhasil meraih lima angka berturut-turut hingga membalikkan keadaan menjadi 6-5. Momentum ini terus dijaga oleh pasangan Indonesia hingga mampu memimpin tipis 11-10 saat jeda interval gim pertama.
Namun, setelah jeda tersebut, persaingan di lapangan menjadi jauh lebih ketat bagi kedua pasangan. Skor sempat menunjukkan angka yang sangat rapat pada kedudukan 17-16 untuk keunggulan Lee/Yang di poin-poin kritis.
Sayangnya, Leo/Daniel justru kehilangan fokus dan tidak mampu lagi menambah pundi-pundi poin mereka. Lee/Yang memanfaatkan situasi tersebut dengan mengamankan empat poin beruntun untuk menutup gim pertama dengan skor 21-16.
Memasuki set kedua, pasangan tuan rumah mencoba untuk bangkit dari tekanan dan memperbaiki pola serangan mereka. Awal gim kedua menjadi milik Leo/Daniel yang sukses mendominasi permainan dan sempat memimpin 9-5.
Keunggulan tersebut terus mereka pertahankan dengan permainan yang lebih rapi dan serangan yang akurat. Gim kedua pun berhasil diamankan oleh wakil Merah Putih dengan skor meyakinkan 21-13, yang sekaligus memaksa laga berlanjut ke babak penentuan.
Pada gim ketiga atau gim penentuan, kepercayaan diri Leo/Daniel tampak meningkat pesat di awal laga. Mereka bahkan sempat menciptakan selisih poin yang cukup jauh dari pasangan Taiwan dengan skor 12-4.
Akan tetapi, Lee/Yang perlahan mulai bangkit dan mengejar perolehan poin dengan mencetak lima angka secara berturut-turut. Meskipun Leo/Daniel masih sempat memimpin di posisi 16-13, situasi kembali berbalik dengan cepat.
Pasangan Taiwan tersebut kembali menunjukkan ketangguhan mereka dengan merebut lima poin beruntun lainnya. Kendali permainan pun sepenuhnya berpindah ke tangan lawan hingga akhirnya mereka menghentikan perlawanan Leo/Daniel dengan skor akhir 21-19.
Penyebab Kekalahan dan Evaluasi Tim
Kekalahan di babak pembuka ini membuat catatan pertemuan atau head-to-head antara kedua pasangan semakin lebar. Kini Lee/Yang mengantongi keunggulan 4-1 atas Leo/Daniel dari total lima kali pertemuan mereka di lapangan.
Rangkuman poin penting mengenai hasil pertandingan dan evaluasi pemain :
- Leo/Daniel harus tersingkir prematur dari ajang Indonesia Open 2026.
- Kekalahan dialami melalui drama tiga gim melawan pasangan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan.
- Faktor ketergesa-gesaan dalam bermain menjadi evaluasi utama bagi pasangan ganda putra Indonesia ini.
- Skor akhir pertandingan tercatat 16-21, 21-13, dan 19-21 untuk kemenangan Taiwan.
Hasil ini tentu menjadi catatan merah bagi performa ganda putra Indonesia di turnamen level super ini. Evaluasi mendalam diperlukan mengingat mereka sempat unggul jauh namun gagal mempertahankan konsistensi di poin kritis.
Usai pertandingan, Daniel Marthin menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pencinta bulu tangkis tanah air. Ia mengakui bahwa strategi mereka di gim penentuan tidak berjalan sesuai rencana karena faktor mentalitas di lapangan.
“Saya memohon maaf kepada seluruh pendukung Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Kami sudah berupaya sekuat tenaga, namun di gim ketiga kami bermain terlalu terburu-buru,” ujar Daniel dengan nada kecewa.
Ia juga menegaskan bahwa tim akan segera melakukan perbaikan agar kesalahan serupa tidak terulang di turnamen berikutnya. Fokus pada ketenangan saat memimpin menjadi salah satu aspek yang akan dievaluasi oleh jajaran pelatih.
Leo Rolly Carnando juga menambahkan bahwa mereka sempat merasa tidak tenang dalam mengatur tempo permainan sepanjang laga. Hal ini menyebabkan strategi serangan mereka mudah terbaca dan dipatahkan oleh lawan.
“Di sepanjang gim tadi kami memang terasa agak terburu-buru. Saat posisi unggul, seharusnya kami tetap agresif menyerang, namun lawan justru berhasil mengubah tempo permainan,” jelas Leo memberikan analisisnya.
Ia menyebutkan bahwa mereka sudah mencoba untuk mengimbangi perubahan strategi yang dilakukan Lee/Yang. Namun, pasangan Taiwan tersebut terbukti lebih efektif dalam membalikkan keadaan di momen-momen genting gim terakhir.
Statistik singkat pertandingan babak pertama Indonesia Open 2026 :
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | Ganda Putra Babak Pertama |
| Skor Akhir | 16-21, 21-13, 19-21 |
| Durasi Main | Tiga Gim (Rubber Game) |
| Rekor Pertemuan | 1 Menang - 4 Kalah (untuk Leo/Daniel) |
Data di atas menunjukkan betapa ketatnya persaingan antara kedua pasangan ini di lapangan hijau. Meski sempat memberikan perlawanan hebat, efektivitas permainan lawan menjadi pembeda utama dalam hasil akhir laga ini.
Kekalahan ini menambah daftar wakil tuan rumah yang harus gugur di fase-fase awal turnamen. Harapan publik kini bertumpu pada wakil Indonesia lainnya yang masih berjuang di sektor berbeda guna mempertahankan gengsi di rumah sendiri.