Paris Saint-Germain (PSG) secara resmi menyandang gelar raja baru Eropa setelah berhasil menjuarai Liga Champions 2026. Kepastian gelar ini didapat usai Les Parisiens menumbangkan Arsenal lewat drama adu penalti yang sangat menegangkan.
Pertandingan final yang digelar di Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5) waktu setempat ini berlangsung sengit selama 120 menit. Kedua tim sempat bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir sebelum akhirnya ditentukan lewat titik putih.
Drama Adu Penalti Penentu Juara
Ketegangan memuncak saat wasit meniup peluit panjang tanda laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Goncalo Ramos yang tampil sebagai penendang pertama PSG berhasil mengecoh David Raya dengan menempatkan bola ke sisi kanan gawang.
Arsenal sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui eksekusi tenang Viktor Gyokeres yang menaklukkan Matvey Safonov. Memasuki penendang kedua, Desire Doue membawa PSG kembali unggul sementara tembakan Eberechi Eze dari Arsenal justru melebar.
Asa The Gunners sempat bangkit kembali pada giliran ketiga ketika David Raya mampu menepis tembakan Nuno Mendes secara gemilang. Declan Rice kemudian sukses menyamakan skor menjadi 2-2 melalui tendangan yang sangat meyakinkan.
Persaingan semakin memanas saat Achraf Hakimi dan Gabriel Martinelli sama-sama menjalankan tugasnya dengan sempurna sebagai penendang keempat. Kondisi skor imbang 3-3 membuat tekanan berpindah sepenuhnya kepada eksekutor terakhir masing-masing tim.
Lucas Beraldo yang menjadi penendang kelima PSG tampil sangat tenang dengan mengirimkan bola ke pojok kanan gawang. Sebaliknya, bek Arsenal Gabriel Magalhaes gagal mengatasi tekanan setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang.
Hasil akhir babak adu penalti yang menentukan kemenangan PSG adalah sebagai berikut:
| Penendang | Paris Saint-Germain (PSG) | Arsenal |
|---|---|---|
| Pertama | Goncalo Ramos (Gol) | Viktor Gyokeres (Gol) |
| Kedua | Desire Doue (Gol) | Eberechi Eze (Gagal) |
| Ketiga | Nuno Mendes (Gagal) | Declan Rice (Gol) |
| Keempat | Achraf Hakimi (Gol) | Gabriel Martinelli (Gol) |
| Kelima | Lucas Beraldo (Gol) | Gabriel Magalhaes (Gagal) |
Kegagalan Gabriel Magalhaes tersebut memastikan PSG menang dengan skor 4-3 di babak adu penalti. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian panjang klub asal Prancis tersebut untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar.
Jalannya Pertandingan Waktu Normal dan Perpanjangan
Sejak awal laga, Arsenal sebenarnya tampil sangat menjanjikan dan berhasil unggul cepat lewat aksi Kai Havertz pada menit keenam. Memanfaatkan kemelut di lini pertahanan PSG, Havertz berlari kencang dan melepaskan tembakan dari sudut yang cukup sempit.
Kiper Matvei Safonov nampak terkejut saat bola meluncur di atas kepalanya ketika ia sedang berusaha menutup ruang tembak. Gol cepat tersebut membuat Arsenal mendominasi jalannya pertandingan di paruh pertama babak final ini.
Namun, PSG bangkit pada babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Ousmane Dembele melalui titik putih. Penalti diberikan wasit setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Cristhian Mosquera di dalam area terlarang.
Dembele dengan dingin mengirimkan bola ke sisi kiri, sementara David Raya sudah terlanjur melompat ke arah yang salah. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.
Pada masa perpanjangan waktu, Mikel Arteta mencoba menyegarkan lini tengah Arsenal dengan memasukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze. Di sisi lain, Luis Enrique memberikan kepercayaan kepada pemain muda Warren Zaire-Emery untuk menjaga ritme permainan PSG.
Sebuah momen kontroversial terjadi pada menit ke-102 saat Noni Madueke terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Nuno Mendes. Para pemain Arsenal dan Mikel Arteta sempat melancarkan protes keras agar wasit menunjuk titik putih untuk kedua kalinya.
Meskipun demikian, wasit Daniel Siebert tetap pada pendiriannya dan menyatakan bahwa insiden tersebut bukan merupakan sebuah pelanggaran. Laga terus berlanjut dengan tempo yang tetap tinggi di sisa waktu babak tambahan kedua.
Arsenal sebenarnya terlihat lebih bertenaga di menit-menit akhir berkat keunggulan stamina pemain yang baru masuk ke lapangan. Namun, pertahanan PSG tetap solid sehingga tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Daftar Susunan Pemain Kedua Tim
Berikut adalah daftar susunan pemain lengkap dari kedua tim yang bertanding di final Liga Champions:
- Paris Saint-Germain (4-3-3): Matvei Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos (Illia Zabarnyi 106), Willian Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha (Lucas Beraldo 106), Fabian Ruiz; Desire Doue, Ousmane Dembele (Goncalo Ramos 90), Khvicha Kvaratskhelia (Bradley Barcola 83).
- Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Cristhian Mosquera (Jurrien Timber 66), William Saliba, Gabriel, Piero Hincapie; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (Martin Zubimendi 91); Bukayo Saka (Noni Madueke 83), Martin Odegaard (Viktor Gyokeres 67), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83); Kai Havertz (Eberechi Eze 91).
Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi Paris Saint-Germain yang akhirnya mampu menaklukkan kompetisi kasta tertinggi di Eropa. Sebaliknya bagi Arsenal, kekalahan ini memaksa mereka kembali menunda mimpi untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.