Harry Styles Dukung Slogan Pro-Palestina di Konser Amsterdam

Harry Styles Dukung Slogan Pro-Palestina di Konser Amsterdam
Foto: Ilustrasi Harry Styles Dukung Slogan Pro-Palestina di Konser Amsterdam.

Aksi penyanyi terkenal Harry Styles di panggung konsernya baru-baru ini memicu perbincangan hangat di kalangan publik. Mantan personel One Direction tersebut memberikan respons langsung terhadap seorang penggemar yang menyuarakan slogan pro-Palestina.

Peristiwa ini berlangsung dalam pembukaan tur dunia miliknya yang bertajuk Together, Together di Amsterdam. Seperti dikutip dari Detikcom, konser tersebut digelar di Johan Cruijff ArenA pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.

Berdasarkan rekaman video yang tersebar luas di media sosial, Harry Styles tampak sedang merapikan earpiece miliknya di atas panggung. Pada momen itu, seorang penonton berteriak dengan lantang menyuarakan kalimat dukungan untuk Palestina.

Mendengar teriakan penonton yang berbunyi "Viva, Viva Palestina!", Harry Styles langsung memberikan tanggapan singkat dari atas panggung dengan mengucapkan kata "Correct (Benar)".

Tindakan tersebut menjadi sorotan karena sang artis sebelumnya tidak pernah memperlihatkan dukungan terbuka terhadap Palestina, baik melalui unggahan di akun media sosial maupun lewat aksi turun ke jalan. Sikap di konser ini dinilai para penggemar sebagai sebuah jawaban atas pandangan politiknya.

Keputusan Harry Styles untuk merespons slogan tersebut mendatangkan rasa bangga dan sukacita bagi banyak penggemarnya. Sebelum momen ini terjadi, ia sempat menyampaikan pandangannya mengenai perilaku manusia dan isu kemanusiaan yang memengaruhi perkembangan dunia.

"Kau tahu, dunia yang kita tinggali saat ini, kurasa bisa menjadi awal dari sesuatu. Dan ku pikir bahwa cara kita memperlakukan satu sama lain di ruangan ini adalah contoh terbaik. Bagiku yang penting adalah bagaimana kita bisa mengubah dunia bersama-sama. Ini contoh-contoh kecilnya," kata Harry Styles.

Persoalan krisis di Palestina kembali mendapatkan perhatian publik yang besar pada pekan ini. Situasi tersebut menguat setelah pelaksanaan Eurovision Song Contest 2026 yang panen kritik lantaran tetap meloloskan partisipasi Israel di tengah eskalasi kekerasan.

Gelaran kompetisi lagu tersebut bahkan mendapatkan aksi boikot dari sejumlah negara peserta sebagai bentuk protes. Beberapa negara yang memilih mundur dan melakukan boikot antara lain Irlandia, Belanda, Slovenia, Islandia, dan Spanyol.

Artikel terkait

Rekomendasi