Harga Pertamax Turbo 4 Mei 2026 Naik Menjadi Rp 19.900 per Liter

Harga Pertamax Turbo 4 Mei 2026 Naik Menjadi Rp 19.900 per Liter
Foto: Ilustrasi Harga Pertamax Turbo 4 Mei 2026 Naik Menjadi Rp 19.900 per Liter.

PT Pertamina (Persero) resmi menetapkan kebijakan penyesuaian harga untuk produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia. Terhitung mulai Senin, 4 Mei 2026, harga bahan bakar jenis Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan.

Dilansir dari Otomotif, harga Pertamax Turbo kini dibanderol sebesar Rp 19.900 per liter. Nilai tersebut meningkat dari harga sebelumnya yang tertahan di angka Rp 19.400 per liter.

Perubahan harga ini memberikan dampak langsung bagi para pengguna kendaraan roda dua kelas premium, khususnya pemilik motor berperforma tinggi. Salah satu model yang terdampak secara signifikan adalah motor sport empat silinder, Kawasaki Ninja ZX-25R.

Kawasaki Ninja ZX-25R dikenal memiliki spesifikasi mesin yang membutuhkan asupan bahan bakar berkualitas tinggi. Motor ini memiliki rasio kompresi mesin yang cukup tinggi, yakni mencapai 12,5:1.

Berdasarkan standar teknis otomotif, mesin dengan rasio kompresi di atas 12:1 sangat dianjurkan menggunakan BBM dengan angka oktan (RON) di atas 95. Hal ini bertujuan agar proses pembakaran di ruang mesin tetap optimal dan stabil.

Penggunaan BBM berkualitas sesuai spesifikasi juga berfungsi untuk mencegah risiko fuel dilution. Fenomena ini terjadi ketika bahan bakar tidak terbakar sempurna dan justru masuk ke dalam ruang oli mesin.

Estimasi Biaya Isi Full Tank Ninja ZX-25R

Bagi pemilik motor berjuluk "Geng Hijau" ini, kenaikan harga Pertamax Turbo otomatis meningkatkan pengeluaran operasional. Berdasarkan data spesifikasi resmi, tangki bahan bakar Kawasaki Ninja ZX-25R mampu menampung bensin hingga 15 liter.

Dengan harga baru senilai Rp 19.900 per liter, pengisian tangki dari kondisi kosong hingga penuh kini memerlukan biaya sebesar Rp 298.500. Angka ini hampir menyentuh batas Rp 300.000 untuk sekali pengisian bahan bakar.

Jika dibandingkan dengan harga lama Rp 19.400 per liter yang totalnya mencapai Rp 291.000, terdapat selisih kenaikan biaya sebesar Rp 7.500. Meskipun biaya operasional meningkat, tetap menggunakan RON 98 dianggap sebagai pilihan yang paling rasional bagi pemilik unit ini.

Mesin dengan konfigurasi multi-silinder membutuhkan presisi pembakaran yang sangat tinggi. Pemakaian bahan bakar dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi dapat menyebabkan akselerasi motor menjadi kurang responsif saat dipacu.

Selain masalah performa, pembakaran yang tidak sempurna akibat penggunaan oktan rendah justru berisiko membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Hal ini tentu dapat merugikan pemilik kendaraan dalam jangka panjang baik dari sisi biaya maupun kesehatan mesin.

Artikel terkait

Rekomendasi