Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non-subsidi mulai menekan pasar mobil bekas bermesin diesel di Indonesia. Kondisi ini memicu koreksi harga pada model populer seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport seiring fase penyesuaian pasar pada Senin (20/4/2026).
Dinamika pasar otomotif ini dilaporkan oleh Otomotif, di mana para pelaku usaha mulai mengamati dampak pergeseran harga bahan bakar terhadap minat konsumen. Penurunan harga unit kendaraan di pasar sekunder saat ini diperkirakan mencapai angka 5 persen dari harga normal.
Daniel Libianto dari diler Victory 88 Autocar menjelaskan bahwa pedagang saat ini sedang memantau perkembangan harga mobil diesel secara saksama. Langkah ini diambil untuk menentukan nilai jual yang tepat di tengah perubahan beban operasional kendaraan.
"Rata-rata pedagang lagi lihat perkembangan harga mobil solar dari dampak kenaikan harga solar. Pasti ada koreksi harga, tapi saat ini turunnya masih belum banyak, sekitar 5 persen saja," ujar Daniel Libianto, dari diler mobil bekas Victory 88 Autocar.
Situasi ini juga membuat sejumlah pemilik diler memilih untuk membatasi aktivitas pengadaan unit baru. Ketidakpastian permintaan pasar menjadi alasan utama para pengusaha menahan diri dalam menambah stok kendaraan bermesin diesel.
Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, memprediksi bahwa tren penurunan harga secara signifikan kemungkinan baru akan terlihat dalam waktu dekat. Menurutnya, respons pasar terhadap kenaikan harga BBM memerlukan waktu untuk terlihat sepenuhnya di lapangan.
"Kalau sekarang belum terlalu kelihatan, mungkin satu atau dua minggu ke depan baru kelihatan penurunannya," kata Andi, pemilik showroom Jordy Motor.
Berdasarkan pantauan pada platform jual beli kendaraan, harga bekas untuk Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport saat ini sangat bervariasi. Nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor tahun produksi, tipe kendaraan, kondisi unit, hingga kelengkapan dokumen pendukung.
| Model Kendaraan | Tahun Produksi | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| Toyota Fortuner 2.5 G VNT AT | 2014 | Rp 244 juta |
| Toyota Fortuner 2.4 VRZ AT | 2016 | Rp 335 juta |
| Toyota Fortuner 2.4 VRZ TRD AT | 2019 | Rp 390 juta |
| Toyota Fortuner 2.4 VRZ AT | 2021 | Rp 500 juta |
| Toyota Fortuner 2.8 GR Sport AT | 2022 | Rp 468 juta |
| Toyota Fortuner 2.8 GR Sport AT | 2024 | Rp 535 juta |
| Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT | 2017 | Rp 348 juta |
| Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Rockford Fosgate Dakar AT | 2018 | Rp 390 juta |
| Mitsubishi Pajero Sport 2.5 Exceed AT | 2022 | Rp 358 juta |
| Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT | 2022 | Rp 450 juta |
| Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT | 2023 | Rp 498 juta |
| Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar AT | 2024 | Rp 525 juta |
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan harga, mobil diesel kelas menengah ke atas tetap memiliki rentang harga yang lebar. Pergerakan harga di masa depan akan terus bergantung pada respons konsumen terhadap kebijakan harga energi nasional.