Harga minyak mentah Amerika Serikat mengalami lonjakan hingga 3 persen pada awal perdagangan Jumat (8/5/2026) menyusul pecahnya kembali eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi di tengah ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga tersebut tercatat pada komoditas West Texas Intermediate (WTI) yang menguat sebesar 2,58 persen atau setara US$ 2,45 ke posisi US$ 97,26 per barel pada pukul 22.33 GMT. Dilansir dari Detik Finance, harga komoditas ini bahkan sempat menyentuh penguatan lebih dari 3 persen di sesi awal perdagangan.
Pergerakan positif ini membalikkan situasi dari perdagangan sebelumnya di mana kontrak WTI ditutup melemah 27 sen ke level US$ 94,81 per barel. Lonjakan harga yang terjadi hari ini sangat dipengaruhi oleh pernyataan resmi militer Amerika Serikat mengenai aktivitas operasional mereka di kawasan konflik.
Pihak militer Amerika Serikat memberikan pernyataan bahwa mereka telah mengambil langkah balasan terhadap sasaran di Iran pada hari Kamis. Operasi tersebut menyasar lokasi yang dinilai bertanggung jawab atas serangkaian serangan yang diarahkan kepada pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Di sisi lain, otoritas militer Iran memberikan tanggapan dengan melayangkan tuduhan kepada pihak Amerika Serikat atas pelanggaran kesepakatan damai. Iran mengklaim bahwa tindakan militer Amerika Serikat telah menyasar dua kapal di wilayah strategis Selat Hormuz serta menghantam sejumlah area pemukiman sipil.