Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Penutupan Kembali Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Penutupan Kembali Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Penutupan Kembali Selat Hormuz.

Harga minyak mentah dunia kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada Senin, 20 April 2026, setelah sempat merosot tajam pada akhir pekan lalu. Lonjakan ini dipicu oleh keputusan Iran untuk menutup kembali akses pelayaran di Selat Hormuz menyusul ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, harga minyak mentah jenis Brent mengalami kenaikan sebesar US$ 6,11 atau 6,76 persen menjadi US$ 96,49 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat berada di level US$ 90,38 per barel setelah naik sebesar US$ 6,53 atau 7,79 persen.

Situasi pasar yang dinamis ini dipengaruhi oleh perkembangan komunikasi antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran yang terus terpantau melalui saluran media sosial. Gejolak harga muncul sebagai respons atas ketidakpastian stabilitas di kawasan jalur distribusi minyak tersebut.

"Pasar minyak terus bergejolak sebagai respons terhadap unggahan media sosial yang berfluktuasi oleh AS dan Iran," kata Kepala Penelitian MST Marquee, Saul Kavonic.

Kavonic memberikan penilaian terhadap pengumuman pembukaan jalur pelayaran yang dinilai terlalu cepat sebelum konflik benar-benar mereda. Menurutnya, ketidakpastian ini akan memengaruhi keberanian para pelaku industri pelayaran internasional dalam waktu dekat.

"Para pemilik kapal akan dua kali lebih berhati-hati untuk kembali menuju Selat tanpa menerima keyakinan lebih besar bahwa setiap pengumuman jalur pelayaran itu benar-benar ada," imbuh Kavonic.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dilakukan pada Sabtu, 18 April 2026, hanya berselang beberapa jam setelah jalur tersebut sempat dibuka untuk umum. Pihak Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan karena tetap melakukan blokade laut terhadap kapal-kapal kargo mereka.

Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat menyita sebuah kapal kargo Iran yang berupaya menembus blokade angkatan laut. Meski terdapat ancaman serangan udara dari Presiden AS Donald Trump, Iran menyatakan tetap menolak untuk terlibat dalam putaran kedua pembicaraan damai.

Padahal, aktivitas pelayaran di wilayah tersebut sempat menunjukkan tren positif pada pertengahan April ini. Data Kpler mencatat setidaknya terdapat lebih dari 20 kapal pengangkut minyak, gas cair, logam, hingga pupuk yang melintasi Selat Hormuz pada Sabtu lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi