Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus US$120 Akibat Konflik AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus US$120 Akibat Konflik AS dan Iran
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus US$120 Akibat Konflik AS dan Iran.

Gangguan pengiriman energi di Selat Hormuz sejak awal 2026 memicu kekhawatiran hebat terhadap stabilitas ekonomi global. Dilansir dari Suara, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi penyebab utama tersendatnya arus logistik di jalur vital tersebut.

Lembaga keuangan Goldman Sachs memberikan peringatan serius mengenai potensi lonjakan harga komoditas energi. Harga minyak mentah dunia diprediksi bisa menembus level US$120 per barel jika aktivitas ekspor tidak segera pulih dalam waktu dekat.

Kondisi ini semakin memburuk setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk membatalkan dialog damai secara sepihak. Langkah tersebut memicu guncangan pasar dan risiko inflasi energi yang signifikan di berbagai negara.

Berdasarkan pantauan pasar pada Rabu pagi, 29 April 2026, harga minyak mentah dunia mulai menunjukkan tren kenaikan yang tajam. Minyak jenis Brent tercatat telah melampaui angka psikologis US$110,74 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah (Crude Oil) berada di posisi US$99,40. Kenaikan ini meruntuhkan stabilitas harga yang sebelumnya sempat melandai di level US$80 saat muncul sinyal pelunakan akses di Selat Hormuz.

Ketegangan kembali memuncak setelah Presiden Trump menerapkan kebijakan pemblokiran total terhadap akses minyak dari kawasan Timur Tengah. Hal ini secara otomatis menghentikan aliran komoditas dari Teluk lebih lama dari perkiraan semula.

Ancaman Penurunan Kapasitas Produksi

Goldman Sachs menegaskan bahwa dunia harus bersiap menghadapi krisis hebat jika aktivitas ekspor tidak kembali normal hingga akhir Juli mendatang. Penurunan kapasitas produksi di kawasan Teluk diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per hari.

Jika skenario tersebut terjadi, rata-rata harga minyak dipastikan akan mendekati angka US$120 pada kuartal keempat tahun ini. Goldman juga menaikkan patokan harga West Texas Intermediate (WTI) menjadi US$83 per barel dari estimasi awal US$75.

Pada awal pekan ini, WTI sudah menguat 1,9 persen menuju level US$96,16. Di saat yang sama, Brent berada di titik tertinggi sejak gencatan senjata singkat awal bulan ini dengan kenaikan 2,9 persen ke level US$108,33.

Lumpuhnya Jalur Distribusi Selat Hormuz

Pemicu memburuknya situasi berakar dari keputusan mendadak Presiden Donald Trump yang membatalkan pengiriman delegasi AS ke Islamabad. Langkah ini memutus total jalur komunikasi diplomatik yang sebelumnya sedang diupayakan.

Dampaknya sangat terasa di Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi energi paling vital di dunia. Jalur pelayaran tersebut dilaporkan hampir lumpuh total selama dua bulan terakhir akibat pengawasan ketat blokade laut oleh Washington.

Meskipun terdapat laporan mengenai beberapa kapal kargo yang berhasil melintas menuju Oman dan India, lalu lintas secara umum tetap sangat dibatasi. Kondisi ini menciptakan kekhawatiran akan kelangkaan produk secara global.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekonomi

Analis memperingatkan bahwa kenaikan harga energi ini akan memberikan dampak destruktif yang luas. Goldman mencatat adanya potensi kerusakan infrastruktur dan kerugian operasional di Irak yang menyisakan dampak jangka panjang pada kapasitas produksi.

"Harga tetap di bawah puncak akhir Maret, kemungkinan karena ekspektasi pasar akan pembukaan kembali Selat Hormuz telah mengurangi premi risiko dan menyebabkan pengurangan stok," tulis analis Goldman dalam risetnya.

Di sisi lain, pasar saham global seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite sempat mencatatkan rekor tertinggi berkat laporan laba perusahaan yang kuat. Namun, reli pasar saham diprediksi goyah jika inflasi energi mulai menekan daya beli masyarakat.

Sebagai perbandingan, Morgan Stanley memiliki proyeksi yang lebih konservatif. Mereka memprediksi arus minyak di Selat Hormuz akan normal kembali pada akhir Mei 2026, dengan harga Brent yang melandai ke level US$80 pada tahun 2027.

Artikel terkait

Rekomendasi