Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Eskalasi Konflik Iran

Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Eskalasi Konflik Iran
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Eskalasi Konflik Iran.

Harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang akibat kekhawatiran pasar terhadap macetnya upaya perdamaian konflik Iran. Kenaikan dipicu oleh serangan drone terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA) serta rencana Amerika Serikat membahas opsi militer.

Dilansir dari Internasional, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2026 melesat US$ 1,65 atau 1,51% ke level US$ 110,91 per barel pada pukul 14.15 WIB. Komoditas ini bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi sejak dua pekan lalu di angka US$ 112 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2026 menguat US$ 2 atau 1,9% menjadi US$ 107,42 per barel. Lonjakan ini memperpanjang tren positif setelah kedua kontrak naik lebih dari 7% pada pekan sebelumnya akibat ketegangan di Selat Hormuz.

Situasi geopolitik kian memanas setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak membuahkan hasil untuk meredakan konflik. Kekhawatiran pasokan global bertambah setelah Washington mengakhiri pengecualian sanksi yang menyetop pengiriman minyak jalur laut Rusia ke negara seperti India.

Analis pasar IG menilai eskalasi berupa serangan pesawat tak berawat di kawasan Teluk menjadi sinyal bahaya bagi infrastruktur energi internasional.

"Serangan pesawat tak berdrone ini merupakan peringatan yang jelas - serangan AS atau Israel yang diperbarui terhadap Iran dapat memicu lebih banyak serangan proksi terhadap energi dan infrastruktur penting di Teluk oleh Iran atau proksi regionalnya," kata analis pasar IG, Tony Sycamore.

Pihak berwenang UEA langsung merespons insiden tersebut dengan melakukan investigasi menyeluruh di lokasi kejadian.

"menyelidiki sumber serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah," kata para pejabat UEA.

Pemerintah UEA juga menegaskan bahwa mereka memiliki hak penuh untuk menanggapi apa yang mereka sebut sebagai serangan teroris tersebut. Di sisi lain, Arab Saudi ikut memperingatkan akan mengambil tindakan operasional tegas setelah berhasil mencegat tiga drone yang memasuki wilayah udara Irak.

Di tengah ketegangan ini, Presiden Donald Trump dilaporkan segera menggelar pertemuan dengan penasihat keamanan nasional pada hari Selasa untuk merumuskan langkah taktis.

"Kekhawatiran akan serangan baru terhadap Iran telah memperburuk kekhawatiran pasokan... Amerika Serikat membiarkan pengecualian sanksi Rusia berakhir tidak membantu," kata pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights, Vandana Hari.

Hingga saat ini, pelaku pasar terus memantau dinamika di Timur Tengah menjelang berakhirnya kontrak bulanan minyak WTI pada hari Selasa.

Artikel terkait

Rekomendasi