Harga Kedelai Impor Melonjak Perajin Tempe Tegal Naikkan Harga Jual

Harga Kedelai Impor Melonjak Perajin Tempe Tegal Naikkan Harga Jual
Foto: Ilustrasi Harga Kedelai Impor Melonjak Perajin Tempe Tegal Naikkan Harga Jual.

Kenaikan harga kedelai impor yang terus bertahan di level tinggi kian menyulitkan keberlangsungan usaha perajin tempe dan tahu di Kota Tegal, Jawa Tengah. Kondisi ini memaksa para pelaku usaha melakukan penyesuaian harga jual di pasar tradisional.

Dilansir dari Kompas, harga tempe saat ini telah menembus angka Rp15.000 per kilogram. Lonjakan ini dipicu oleh harga bahan baku kedelai yang tidak kunjung turun dari posisi Rp10.500 per kilogram selama hampir tiga pekan terakhir.

Keputusan menaikkan harga jual menjadi langkah terakhir yang diambil para perajin tempe. Strategi tersebut terpaksa dilakukan demi menjaga kualitas produk agar tetap layak dikonsumsi masyarakat di tengah beban biaya produksi yang membengkak.

Berbeda dengan perajin tempe, para pedagang tahu memilih strategi lain untuk menyiasati mahalnya harga kedelai. Mereka tetap mempertahankan harga jual lama namun dengan konsekuensi mengurangi ukuran tahu agar tetap terjangkau oleh pembeli.

Langkah efisiensi tersebut rupanya berdampak signifikan terhadap volume penjualan di pasar. Para pedagang melaporkan bahwa angka penjualan mereka merosot drastis hingga menyentuh angka setengah dari omzet biasanya.

Situasi sulit ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri kecil menengah. Kenaikan biaya produksi yang tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat membuat margin keuntungan semakin menipis bagi perajin maupun pedagang.

Harapan Stabilisasi Harga Bahan Baku

Menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu, para perajin dan pedagang sangat berharap adanya intervensi dari pihak otoritas terkait. Mereka mendorong pemerintah untuk segera turun tangan melakukan stabilisasi harga di tingkat pasar.

Target harga yang diharapkan oleh para pelaku usaha adalah di kisaran Rp9.000 per kilogram untuk kedelai impor. Angka tersebut dinilai cukup ideal untuk menjamin keberlanjutan usaha mereka dalam jangka panjang.

Kestabilan harga bahan baku menjadi kunci utama agar harga produk olahan kedelai di pasaran kembali normal. Tanpa adanya kebijakan pengendalian harga, eksistensi produsen pangan lokal di Tegal terancam semakin tergerus.

Artikel terkait

Rekomendasi