Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Tetap Stabil di Pasar Indonesia

Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Tetap Stabil di Pasar Indonesia
Foto: Ilustrasi Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Tetap Stabil di Pasar Indonesia.

Nilai jual kembali kendaraan berteknologi hybrid di Indonesia terpantau cukup stabil dan kompetitif dibandingkan jenis teknologi otomotif baru lainnya pada Minggu (26/4/2026). Dilansir dari Otomotif, teknologi ini mulai diminati sebagai opsi yang lebih aman bagi konsumen saat membeli unit baru maupun ketika akan menjualnya kembali di pasar barang bekas.

Meskipun secara umum setiap kendaraan mengalami depresiasi harga yang signifikan pada tahun pertama pemakaian, sejumlah model hybrid menunjukkan ketahanan nilai yang lebih baik daripada mobil konvensional. Beberapa model yang memiliki nilai jual kuat di antaranya adalah Toyota Innova Zenix Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid, dan Suzuki Ertiga Hybrid.

Pemilik Showroom Mobil Bekas Bina Motor Klaten, Bina, menjelaskan bahwa ketersediaan unit hybrid di daerah saat ini masih terbatas karena tergolong teknologi yang baru masuk ke pasar. Namun, ia mencatat adanya perbedaan performa harga dibandingkan mobil listrik berbasis baterai.

"Untuk harga jual kembalinya tergolong lebih baik daripada mobil listrik, karena dari segi teknologi lebih sederhana dan kalau rusak butuh biaya lebih ringan," ucap Bina, pemilik Showroom Mobil Bekas Bina Motor Klaten.

Stabilitas harga ini didorong oleh persepsi konsumen yang menganggap risiko teknologi hybrid lebih rendah karena masih mengandalkan mesin bensin yang familiar. Selain itu, pengguna tidak perlu melakukan adaptasi besar terhadap infrastruktur pengisian daya listrik.

"Mobil hybrid cenderung lebih mudah diterima konsumen karena masih bisa isi bensin, jadi tidak ribet seperti mobil listrik," ucap Toro, pemilik Bathara Motor Solo.

Dealer mobil bekas melaporkan respons positif dari pasar terhadap unit hybrid yang relatif lebih cepat terjual dibandingkan mobil listrik murni. Hal ini selaras dengan pandangan praktisi bengkel mengenai faktor efisiensi bahan bakar yang menjadi pertimbangan utama pembeli.

Hardi Wibowo, pemilik bengkel dan showroom mobil bekas Aha Motor Yogyakarta, menyatakan bahwa konsumsi BBM yang irit menjadi daya tarik kuat bagi calon pembeli kendaraan bekas.

"Banyak pembeli mobil bekas mempertimbangkan konsumsi BBM sebagai faktor penting dalam memilih kendaraan, hybrid bisa menjadi pilihan," ucap Hardi Wibowo, pemilik bengkel dan showroom mobil bekas Aha Motor Yogyakarta.

Hardi juga memberikan catatan mengenai biaya pemeliharaan, terutama terkait penggantian baterai jika terjadi kerusakan di masa mendatang. Biaya tersebut berada di tengah-tengah antara mobil mesin bensin dan mobil listrik murni.

"Perbaikannya lebih mahal daripada mobil konvensional, tapi lebih murah daripada mobil listrik murni karena kapasitas baterainya tergolong lebih kecil," ucap Hardi Wibowo.

Berdasarkan data bursa mobil bekas daring pada Senin (27/4/2026), berikut adalah daftar harga beberapa model hybrid yang beredar di pasar:

Daftar Harga Mobil Hybrid Bekas
Model MobilTahunHarga Estimasi
Suzuki Ertiga 1.5 GX Hybrid AT2022Rp 200 juta
Suzuki XL7 1.5 Beta Hybrid AT2023Rp 205 juta (kredit)
Suzuki Grand Vitara 1.5 GX Hybrid AT-Rp 285 juta
Toyota Innova Zenix 2.0 Q HV CVT TSS2022Rp 434 juta (kredit)
Toyota Yaris Cross Hybrid 1.5 GR HV TSS AT2024Rp 335 juta (kredit)
Nissan Kicks e-Power Hybrid 1.2 AT2021Rp 258 juta
Wuling Almaz 2.0 Pro Hybrid AT2023Rp 280 juta (kredit)

Artikel terkait

Rekomendasi