Harga Emas Turun Picu Lonjakan Pembeli di Outlet Galeri 24

Harga Emas Turun Picu Lonjakan Pembeli di Outlet Galeri 24
Foto: Ilustrasi Harga Emas Turun Picu Lonjakan Pembeli di Outlet Galeri 24.

Penurunan harga emas memicu lonjakan pembeli hingga menimbulkan antrean panjang di sejumlah outlet Galeri 24 pada Senin (20/4/2026). Fenomena ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang memanfaatkan koreksi harga sebagai momentum untuk menambah aset investasi fisik mereka.

Data pergerakan harga menunjukkan fluktuasi yang signifikan sejak awal tahun 2026, sebagaimana dilansir dari Money. Emas ukuran 10 gram sempat menyentuh angka Rp 24.819.000 pada Januari, lalu melonjak drastis menjadi Rp 29.222.000 pada Februari atau naik lebih dari Rp 4 juta.

Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24, Ihdina Inti Rachma, menjelaskan bahwa tingginya minat beli saat harga turun mencerminkan pemahaman masyarakat terhadap karakter instrumen ini. Emas kini lebih dipandang sebagai alat lindung nilai jangka panjang daripada spekulasi singkat.

"Alih-alih panik saat harga turun, mereka memanfaatkannya sebagai momentum untuk menambah aset emasnya," ujar Ihdina, Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24.

Pihak manajemen menekankan bahwa fluktuasi dalam periode pendek adalah hal wajar bagi komoditas logam mulia. Nilai optimal dari kepemilikan emas umumnya baru akan terlihat setelah disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Secara karakter, emas memang dikenal sebagai investasi jangka panjang, minimal 5 tahun agar nilainya dapat berkembang optimal," jelas Ihdina, Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24.

Terdapat lima strategi utama yang disarankan bagi investor, mulai dari memantau tren harga secara berkala hingga melakukan pembelian bertahap untuk meminimalkan risiko. Penggunaan dana khusus investasi dan penyesuaian dengan tujuan keuangan juga menjadi faktor krusial.

Galeri 24 yang berada di bawah naungan PT Pegadaian memberikan jaminan kualitas dengan kadar emas 999,9 persen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Keaslian produk didukung oleh kode keamanan barcode yang dapat diverifikasi secara mandiri oleh nasabah.

Ihdina menambahkan bahwa selisih harga jual dan beli di outletnya dirancang agar lebih kompetitif bagi para investor. Produk yang telah dibeli juga memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat dijual kembali atau digadaikan di seluruh jaringan Pegadaian.

"Selain itu, harga beli lebih rendah dan harga jual kembali (buyback) lebih tinggi. Selisih antara harga jual dan harga beli lebih kecil dibandingkan merek lain, sehingga potensi cuannya lebih besar," terang Ihdina, Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24.

Artikel terkait

Rekomendasi