Nilai tukar emas dunia mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari satu pekan pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang timbul dari ketegangan di Timur Tengah.
Berdasarkan data pasar yang dilansir dari Money, harga emas di pasar spot tercatat merosot 0,9 persen ke angka 4.697,06 dollar AS per ons. Sebelumnya, pada sesi perdagangan yang sama, harga logam mulia ini sempat anjlok melampaui 1 persen hingga berada di posisi 4.663,69 dollar AS per ons.
Kondisi serupa terjadi pada harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni yang berakhir di level 4.724 dollar AS per ons. Selain tekanan inflasi, penguatan dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut memperberat posisi emas.
Pedagang logam independen Tai Wong menjelaskan bahwa memanasnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor penggerak kekhawatiran pasar saat ini. Hal tersebut berdampak langsung pada volatilitas komoditas energi dan aset lindung nilai.
"AS dan Iran memainkan versi kelam dari permainan Battleship, yang kembali memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata bisa runtuh kapan saja. Hal ini mendorong lonjakan tajam harga minyak mentah yang kemudian menekan aset lain, termasuk emas,ÔÇØ ujar Tai Wong, Pedagang logam independen.
Wong menilai bahwa momentum kenaikan harga yang terjadi pada periode sebelumnya kini mulai kehilangan tenaga. Faktor geopolitik yang sempat melambungkan harga kini tidak lagi memberikan dukungan kuat bagi penguatan emas di pasar global.
"Harga emas yang sempat mendekati 4.900 dollar AS pada Jumat lalu kini tampaknya tinggal kenangam seiring meredanya reli logam," kata Tai Wong, Pedagang logam independen.
Situasi di Selat Hormuz semakin tegang setelah Iran merilis video pasukan komando yang mengambil alih kapal kargo besar. Kegagalan pembicaraan damai di wilayah tersebut berdampak pada kenaikan harga minyak mentah Brent yang menembus angka 100 dollar AS per barrel.
Lonjakan biaya energi ini dikhawatirkan akan memacu inflasi lebih lanjut, sehingga Federal Reserve kemungkinan besar akan menunda pemangkasan suku bunga. Penurunan minat investor juga merembet pada komoditas logam mulia lainnya di pasar internasional.
| Jenis Logam | Harga per Ons (USD) | Persentase Penurunan |
|---|---|---|
| Perak | 75,55 | 2,7% |
| Platinum | 2.008,22 | 3,2% |
| Paladium | 1.465,23 | 5,0% |
Survei dari Reuters terhadap sejumlah ekonom menunjukkan indikasi kuat bahwa bank sentral AS tetap akan mempertahankan suku bunga tinggi selama enam bulan mendatang. Keputusan tersebut secara otomatis menekan daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bagi para pemegangnya.