Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan hingga mencapai titik terendah dalam hampir empat pekan pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026) waktu setempat. Merosotnya nilai logam mulia ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat ketegangan di Timur Tengah serta penantian investor terhadap kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Berdasarkan data yang dilansir dari Money, harga emas di pasar spot tercatat anjlok sebesar 1,7 persen ke posisi 4.600,61 dollar AS per ons. Penurunan ini menyusul capaian harga emas berjangka Amerika Serikat yang juga ditutup melemah 1,8 persen pada level 4.608,40 dollar AS per ons.
Kondisi pasar ini merupakan dampak langsung dari pesimisme terkait proses perdamaian di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru dari pihak Iran. Situasi politik tersebut diperparah dengan lonjakan harga minyak akibat penutupan jalur distribusi di Selat Hormuz serta mundurnya Uni Emirat Arab dari aliansi OPEC+.
Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Logam di Zaner Metals, Peter Grant, memberikan analisis terkait dinamika pasar yang menyebabkan tertekannya harga emas ke level terendah.
"Ini kembali memunculkan pesimisme terhadap proses perdamaian di Timur Tengah. Pemerintahan Trump menolak tawaran terbaru Iran sehingga selat masih tetap ditutup," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Logam di Zaner Metals.
Grant menjelaskan bahwa penolakan tersebut berdampak pada kenaikan biaya energi global yang memicu kekhawatiran inflasi lebih lanjut. Gejolak harga minyak ini terjadi tepat sebelum pertemuan penting bank sentral Amerika Serikat dimulai.
"Kondisi itu telah mendorong harga minyak naik dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan FOMC, yang pada akhirnya menekan harga emas ke level terendah dalam empat pekan," kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Logam di Zaner Metals.
Di sisi lain, investor kini mengalihkan perhatian sepenuhnya pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berakhir pada Rabu waktu setempat. Meski emas biasanya berfungsi sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, prospek suku bunga tinggi dari The Fed cenderung mengurangi daya tarik aset ini karena tidak menghasilkan imbal hasil tetap.
Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya turut mencatatkan koreksi harga di pasar spot pada sesi perdagangan yang sama. Harga perak turun 2,7 persen menjadi 73,43 dollar AS per ons, platinum melemah 1,5 persen ke 1.953,32 dollar AS per ons, dan paladium terkoreksi 0,8 persen pada angka 1.465,42 dollar AS per ons.