Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Pelemahan ini terjadi seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah adanya keputusan penundaan aksi militer oleh Amerika Serikat.
Seperti dikutip dari Investor Daily, harga emas spot terpantau merosot 0,25% ke level US$ 4.556,47 per ons troi. Sehari sebelumnya, komoditas ini bahkan sempat menyentuh posisi terendah sejak 30 Maret.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga menunjukkan pelemahan tipis. Nilainya turun sebesar 0,02% menjadi US$ 4.556,45 per ons troi.
Berdasarkan laporan Reuters, tekanan terhadap pergerakan harga emas muncul setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer ke Iran. Langkah ini diambil guna membuka ruang bagi negosiasi damai terkait konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Di sisi lain, pihak Iran dilaporkan telah mengirimkan proposal perdamaian baru ke Washington. Perkembangan ini memicu optimisme pelaku pasar terhadap potensi meredanya konflik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi tersebut turut berdampak pada pasar energi, di mana harga minyak dunia anjlok lebih dari 2% pada perdagangan Asia. Penurunan harga energi ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi global sekaligus mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman atau safe haven.
Meski demikian, penurunan harga logam mulia lebih lanjut masih tertahan oleh pelemahan dolar AS. Melemahnya mata uang AS membuat emas menjadi lebih murah bagi para investor yang memegang mata uang lainnya.
Pelantikan Ketua The Fed dan Kebijakan Suku Bunga
Pelaku pasar saat ini juga sedang mencermati agenda pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Investor menilai tantangan inflasi yang tinggi dapat memicu kebijakan suku bunga ketat dalam jangka waktu lebih lama.
Dari perkembangan industri pertambangan, pemerintah Ghana telah meminta perusahaan tambang emas besar di negaranya untuk menjual 30% dari total produksi tahunan kepada bank sentral. Kebijakan ini diterapkan dalam upaya memperkuat cadangan devisa negara tersebut.
Pergerakan Harga Logam Lainnya
Penurunan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga melanda pasar logam lainnya. Harga perak spot tercatat anjlok sebesar 1,24% menjadi US$ 76,69 per ons.
Selanjutnya, harga platinum juga melemah 0,6% ke posisi US$ 1.973,95 per ons. Sementara itu, komoditas palladium mengalami koreksi sebesar 1.64% menjadi US$ 1.400,86 per ons.