Harga Emas Dunia 23 April 2026 Menguat ke 4.735 Dollar AS per Ons

Harga Emas Dunia 23 April 2026 Menguat ke 4.735 Dollar AS per Ons
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia 23 April 2026 Menguat ke 4.735 Dollar AS per Ons.

Harga emas dunia menunjukkan tren penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026) waktu New York atau Kamis (23/4/2026) pagi WIB. Pemulihan ini terjadi setelah komoditas logam mulia tersebut sempat merosot ke titik terendah dalam sepekan terakhir.

Aksi beli investor yang memanfaatkan momentum harga rendah atau bargain hunting menjadi motor utama kenaikan ini, sebagaimana dikutip dari Money. Kondisi pasar saat ini juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Data dari Reuters menunjukkan harga emas di pasar spot terkerek 0,5 persen menuju level 4.735,65 dollar AS per ons. Sebelumnya, pada awal sesi perdagangan, harga bahkan sempat melonjak hingga 1 persen untuk menebus koreksi tajam yang terjadi pada hari Selasa.

Penurunan pada Selasa (21/4/2026) tercatat sebagai kontraksi harian paling dalam yang dialami emas sejak akhir Maret lalu. Sementara itu, untuk emas berjangka AS kontrak pengiriman Juni, harga menetap di angka 4.753,00 dollar AS per ons setelah naik 0,7 persen.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, memberikan penjelasannya mengenai dinamika harga tersebut. Ia mencatat adanya aktivitas signifikan dari para pembeli logam mulia yang melihat peluang di tengah penurunan harga sebelumnya.

"Aksi beli yang dirasakan setelah kerugian hari Selasa juga terlihat di pasar logam mulia (baik emas maupun perak)," kata Jim Wyckoff.

Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memberikan tekanan pada stabilitas pasar. Iran dilaporkan telah menyita dua kapal di perairan Selat Hormuz pada Rabu, yang dibalas dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kelanjutan blokade ekonomi.

Ketegangan juga meluas ke wilayah lain di mana gencatan senjata Israel dan Lebanon terancam runtuh akibat serangan drone di Lebanon. Situasi yang sangat dinamis ini membuat investor cenderung waspada terhadap risiko ketidakpastian global.

"Harga emas sedikit membaik dengan harapan bahwa masalah Selat Hormuz akan terselesaikan setelah pernyataan Donald Trump. Tetapi situasinya tetap sangat genting dan tidak pasti," kata Bart Melek selaku Kepala strategi komoditas global TD Securities.

Dampak Konflik dan Proyeksi Inflasi

Sejak pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, akumulasi penurunan harga emas telah mencapai sekitar 11 persen. Kenaikan harga minyak yang dipicu konflik ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa bank-bank sentral akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih lama. Suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil langsung bagi pemegangnya.

Di tengah tekanan ini, calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan posisinya. Ia menyatakan tidak memberikan komitmen apa pun kepada Gedung Putih terkait rencana pemangkasan suku bunga demi menjaga independensi otoritas moneter tersebut.

Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga membukukan penguatan harga pada sesi perdagangan yang sama.

Daftar Harga Logam Mulia Dunia 23 April 2026
Jenis Logam MuliaHarga (Dollar AS/Ons)Kenaikan (%)
Emas Spot4.735,650,5%
Perak77,801,4%
Platinum2.079,802,1%
Paladium1.553,431,3%

Artikel terkait

Rekomendasi