Nilai jual emas batangan Antam yang ditawarkan oleh Pegadaian terpantau stabil tanpa mengalami perubahan pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Market, posisi harga masih tertahan sama seperti perdagangan hari sebelumnya.
Emas Antam dengan ukuran standar 1 gram dipatok pada harga Rp2.908.000. Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menjual kembali koleksi logam mulianya, harga buyback atau beli kembali berada di level Rp2.612.000.
Mengutip informasi resmi dari laman Pegadaian pada 4 Mei 2026, varian bobot terkecil yakni 0,5 gram dibanderol seharga Rp1.506.000. Nilai buyback untuk ukuran ini ditetapkan senilai Rp1.306.000.
Untuk ukuran 2 gram, Pegadaian menetapkan harga jual sebesar Rp5.754.000 dengan nilai beli kembali di angka Rp5.225.000. Pergerakan harga ini menunjukkan stabilitas pasar logam mulia di awal pekan.
Pada kategori berat menengah, emas batangan 5 gram diperdagangkan dengan nilai Rp14.306.000 dan harga buyback mencapai Rp13.063.000. Selanjutnya, ukuran 10 gram dijual seharga Rp28.554.000 dengan nilai buyback Rp26.126.000.
Kenaikan bobot juga diikuti oleh penyesuaian harga pada ukuran besar. Emas Antam seberat 50 gram dipasarkan pada harga Rp142.423.000, di mana nilai beli kembalinya tercatat sebesar Rp129.992.000.
Untuk ukuran 100 gram, investor perlu merogoh kocek sebesar Rp284.765.000 untuk harga jual, sementara harga buyback berada pada posisi Rp259.985.000. Pegadaian menginformasikan bahwa stok untuk ukuran 250 gram hingga 1.000 gram sedang tidak tersedia pada hari ini.
| Berat (gram) | Harga Jual | Harga Buyback |
|---|---|---|
| Rp1.506.000 | Rp1.306.000 | Rp2.908.000 |
| Rp2.612.000 | Rp5.754.000 | Rp5.225.000 |
| Rp8.604.000 | Rp7.837.000 | Rp14.306.000 |
| Rp13.063.000 | Rp28.554.000 | Rp26.126.000 |
| Rp71.253.000 | Rp64.996.000 | Rp142.423.000 |
| Rp129.992.000 | Rp284.765.000 | Rp259.985.000 |
Keputusan harga ini mengikuti tren pasar global dan kebijakan internal perusahaan dalam menetapkan selisih harga jual serta beli kembali secara harian. Transaksi di Pegadaian tetap menjadi salah satu acuan utama bagi investor logam mulia di Indonesia.