Harga emas batangan bersertifikat di laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang mengalami kenaikan sebesar Rp 7.000 per gram. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Personalfinance, harga komoditas ini berubah dari yang sebelumnya Rp 2.296.000 per gram menjadi Rp 2.303.000 per gram.
Kenaikan dengan nominal yang sama juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia. Nilai buyback kini bertengger di angka Rp 2.151.000 per gram, setelah sebelumnya berada di posisi Rp 2.144.000 per gram.
Melalui pembaruan data tersebut, selisih atau spread antara harga jual dan harga beli kembali untuk hari ini tercatat sebesar Rp 152.000 per gram. Sebagai informasi, Antam memberlakukan dua jenis harga, yaitu harga beli gerai dan harga buyback saat konsumen menjualnya kembali.
Penetapan harga beli yang tercantum merupakan nilai yang harus dibayarkan konsumen saat mengambil emas di gerai Logam Mulia. Sebaliknya, harga buyback menjadi acuan nominal yang diterima ketika masyarakat menjual kembali emas mereka kepada pihak gerai.
Sebagai contoh perbandingan, jika seorang konsumen membeli emas Antam pada pagi hari, modal yang dikeluarkan adalah Rp 2.284.000 per gram. Namun, apabila emas tersebut terpaksa langsung dijual pada siang atau sore hari karena kebutuhan mendesak, pihak Logam Mulia akan menghargainya sebesar Rp 2.132.000 per gram.
Instrumen investasi logam mulia dinilai lebih optimal untuk jangka panjang. Dalam kurun waktu yang lama, pergerakan nilai emas diharapkan meningkat signifikan hingga mampu menutup selisih spread sekaligus menghasilkan keuntungan bersih.
Bagi pelaku pasar yang telah mengoleksi emas sejak setahun lalu, tepatnya pada 9 Oktober 2024, penjualan dengan harga buyback saat ini menjanjikan keuntungan sebesar 45,04%. Pada periode tersebut, harga beli tercatat masih berada pada angka Rp 1.483.000 per gram.
Daftar Potensi Imbal Hasil Berdasarkan Waktu Pembelian
Pergerakan harga komoditas ini fluktuatif dan memberikan hasil yang berbeda tergantung pada momentum pembelian modal awal dari para investor.
| Tanggal Pembelian | Harga Modal (per Gram) | Persentase Untung/Rugi |
|---|---|---|
| Rp 2.235.000 | -3.76% (rugi) | Rp 2.086.000 |
| 3.12% (untung) | Rp 1.894.000 | 13.57% (untung) |
| Rp 1.812.000 | 18.71% (untung) | Rp 1.546.000 |
| 39.13% (untung) | Rp 1.483.000 | 45.04% (untung) |
| Rp 1.389.000 | 54.86% (untung) | Rp 1.306.000 |
| 64.70% (untung) | Rp 1.121.000 | 91.88% (untung) |
Data tersebut menunjukkan bahwa hasil investasi sangat dipengaruhi oleh durasi penyimpanan objek investasi. Konsumen yang membeli emas pada 6 Oktober 2024 dengan harga Rp 1.420.000 per gram juga mencatatkan keuntungan sebesar 41,57% jika melakukan pencairan modal sekarang.