Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan pada sesi perdagangan Senin, 27 April 2026. Dilansir dari Kompas, nilai logam mulia ini terkoreksi cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Mengutip data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas hari ini berada di angka Rp 2.809.000 per gram. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp 16.000 dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp 2.825.000 per gram.
Koreksi harga ini juga berdampak pada nilai beli kembali atau buyback. Saat ini, harga buyback ditetapkan sebesar Rp 2.620.000 per gram, yang menjadi acuan utama bagi pemilik emas yang ingin mencairkan asetnya menjadi uang tunai.
Pergerakan nilai aset ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global yang berfluktuasi secara real-time. Bagi pelaku pasar, harga yang tercatat dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tren ekonomi internasional.
Penetapan harga jual emas batangan disesuaikan dengan berat masing-masing pecahan. Berikut adalah daftar harga lengkap untuk setiap ukuran mulai dari yang terkecil hingga terbesar.
| Berat Pecahan | Harga Dasar (Rp) |
|---|---|
| 1.454.500 | 2.809.000 |
| 5.558.000 | 8.312.000 |
| 13.820.000 | 27.585.000 |
| 68.837.000 | 137.595.000 |
| 275.112.000 | 687.515.000 |
| 1.374.820.000 | 2.749.600.000 |
Ketentuan Pajak PPh 22 Transaksi Emas
Setiap transaksi logam mulia di Indonesia diatur secara ketat melalui regulasi perpajakan. Sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembeli dan penjual emas wajib mengikuti skema Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Pada transaksi pembelian, pemilik NPWP dikenakan potongan pajak sebesar 0,45 persen. Sementara itu, bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, besaran pajak yang dibebankan lebih tinggi, yakni 0,9 persen.
Untuk skema penjualan kembali atau buyback ke PT Antam Tbk, pajak berlaku jika nilai transaksi melebihi Rp 10 juta. Besaran PPh 22 untuk pemilik NPWP adalah 1,5 persen, sedangkan non-NPWP dikenakan 3 persen.
Penurunan harga saat ini dinilai oleh sebagian pengamat sebagai bentuk koreksi pasar dalam jangka pendek. Bagi investor dengan profil risiko jangka panjang, momentum ini seringkali dipandang sebagai peluang untuk menambah portofolio investasi.
Meski demikian, keputusan untuk berinvestasi tetap memerlukan pertimbangan matang. Pemantauan terhadap kebijakan ekonomi dan faktor geopolitik global sangat dianjurkan sebelum mengambil langkah finansial lebih lanjut.