Nilai jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan pagi ini. Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam terkoreksi ke angka Rp 2.839.000 per gram.
Dikutip dari Money, posisi harga tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar Rp 20.000 dibandingkan harga pembukaan. Sebelumnya, pada awal perdagangan Rabu (13/5/2026), harga masih tertahan di level Rp 2.859.000 per gram.
Logam mulia ini tersedia dalam berbagai ukuran berat mulai dari pecahan terkecil 0,5 gram hingga ukuran 1.000 gram. Fleksibilitas ukuran ini memungkinkan masyarakat menyesuaikan pembelian dengan anggaran investasi yang dimiliki.
Berikut adalah detail harga pecahan emas batangan Antam yang terpantau pada pukul 08.40 WIB:
| Ukuran Berat | Harga (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.469.500 |
| 1 gram | 2.839.000 |
| 2 gram | 5.618.000 |
| 3 gram | 8.402.000 |
| 5 gram | 13.970.000 |
| 10 gram | 27.885.000 |
| 25 gram | 69.587.000 |
| 50 gram | 139.095.000 |
| 100 gram | 278.112.000 |
| 250 gram | 695.015.000 |
| 500 gram | 1.389.820.000 |
| 1.000 gram (1 kg) | 2.779.600.000 |
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback
Pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Besaran pajak dipengaruhi oleh kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) oleh pembeli.
Bagi pemegang NPWP, tarif pajak pembelian adalah sebesar 0,45 persen. Sementara itu, konsumen yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif pajak lebih tinggi, yakni sebesar 0,9 persen.
Aturan serupa juga berlaku untuk transaksi buyback atau penjualan kembali emas ke PT Antam. Transaksi dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan potongan pajak langsung dari total nilai transaksi.
Pemilik NPWP dikenakan pajak buyback sebesar 1,5 persen, sedangkan non-NPWP dipotong sebesar 3 persen. Setiap transaksi pembelian akan disertai dengan bukti potong PPh 22 untuk keperluan pelaporan pajak tahunan.
Perubahan harga emas di situs resmi Logam Mulia rutin dilakukan setiap hari sekitar pukul 08.30 WIB. Penurunan harga sebesar Rp 20.000 hari ini menjadi perhatian bagi para investor yang memantau pergerakan pasar secara harian.