Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat tidak mengalami perubahan pada perdagangan Minggu, 10 Mei 2026. Berdasarkan data resmi, harga emas tetap bertahan di level Rp2.839.000 per gram.
Kondisi stabil ini melanjutkan tren penutupan perdagangan pada Sabtu, 9 Mei 2026, yang juga berada di angka serupa. Informasi tersebut dikutip dari laman resmi logammulia.com yang diperbarui setiap pukul 08.30 WIB.
Meskipun pasar ekonomi global sedang menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis, harga emas di pasar domestik cenderung stagnan. Faktor ekonomi makro dunia terus menjadi pengaruh utama bagi pergerakan instrumen investasi ini.
Selain harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga terpantau konsisten di angka Rp2.644.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback yang mencapai Rp195.000 dinilai sebagai indikator biaya transaksi yang masih wajar.
| Ukuran Emas | Harga Dasar (Rp) |
|---|---|
| 1.469.500 | 2.839.000 |
| 5.618.000 | 8.402.000 |
| 13.970.000 | 27.885.000 |
| 69.587.000 | 139.095.000 |
| 278.112.000 | 695.015.000 |
| 1.389.820.000 | 2.779.600.000 |
Harga yang tercantum di atas merupakan harga dasar untuk produk emas batangan standar dan belum termasuk pajak PPh 0,25 persen. Untuk varian khusus seperti batik atau Gift Series, harga biasanya sedikit lebih tinggi dibanding versi standar.
Pergerakan emas global di awal Mei 2026 sempat menguat akibat tensi geopolitik serta harapan terhadap penurunan suku bunga The Fed. Namun, pasar kini bersikap lebih waspada sembari menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat.
Di Indonesia, permintaan terhadap emas fisik tetap terjaga karena fungsinya sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Keamanan teknologi CertiEye dan sertifikasi LBMA menjadi alasan utama masyarakat memilih emas Antam.
Bagi para investor, disarankan untuk melakukan pembelian secara bertahap atau menggunakan metode dollar cost averaging guna menghindari risiko fluktuasi harga yang tajam. Pemilihan pecahan besar juga dinilai lebih efisien terkait biaya per gramnya.
Analis memperkirakan adanya potensi kenaikan harga emas sepanjang tahun 2026 jika ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut. Emas tetap dianggap sebagai salah satu aset paling likuid yang dapat diandalkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.