Harga Emas 12 Mei 2026 Menguat ke Level US$ 4.759 per Troy Ounce

Harga Emas 12 Mei 2026 Menguat ke Level US$ 4.759 per Troy Ounce
Foto: Ilustrasi Harga Emas 12 Mei 2026 Menguat ke Level US$ 4.759 per Troy Ounce.

Harga emas kembali menunjukkan taringnya dengan meraih momentum positif akibat munculnya optimisme baru terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Timur Tengah.

Dikutip dari Investor Daily, pergerakan logam mulia ini terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,53% hingga mencapai posisi US$ 4.759 per troy ounce pada saat laporan ini disusun.

Analis emas di Heraeus memberikan catatan bahwa dialog de-eskalasi yang berlangsung pekan lalu antara Teheran dan Washington menjadi pemicu utama yang mengerek nilai emas di pasar global.

"Harga minyak turun setelah berita tersebut, memicu kenaikan harga saham dan emas," kata analis emas di Heraeus.

Berdasarkan data yang dihimpun para analis, harga minyak mentah Brent tercatat merosot hingga 6,2%, sementara indeks S&P 500 justru terdongkrak naik 1,0% dan harga emas melonjak 2,7%.

Emas yang dikenal sebagai aset aman (safe haven) memiliki korelasi unik dengan instrumen saham di tengah situasi konflik yang berdampak langsung pada kebijakan suku bunga perbankan.

"Korelasi antara emas, yang sering dianggap sebagai aset aman, dan saham, yang sering dianggap berisiko lebih tinggi, disebabkan oleh dampak konflik berkepanjangan terhadap suku bunga. Jika harga naik secara signifikan, pasar memperkirakan suku bunga juga akan naik. Hal ini memengaruhi emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, dan saham, yang sensitif terhadap kenaikan biaya uang," papar mereka.

Di belahan dunia lain, aktivitas impor emas oleh India yang merupakan salah satu konsumen logam mulia terbesar dunia justru dilaporkan sedang mengalami kelesuan akibat regulasi domestik.

Hambatan operasional ini terjadi menyusul pemberlakuan kebijakan pajak baru yang mulai diimplementasikan sejak awal April tahun ini, sehingga mengganggu arus masuk barang.

ÔÇ£Bank-bank di India tidak dapat mengimpor emas dan perak sejak awal kebijakan pajak baru diberlakukan pada 1 April,ÔÇØ ungkap para analis di Heraeus.

Kementerian Perdagangan India diketahui mengalami penundaan dalam merilis daftar perbankan yang memiliki izin impor hingga tanggal 17 April, yang kemudian berdampak pada proses di lapangan.

Hingga saat ini, aktivitas impor belum kembali normal lantaran petugas di area pelabuhan dan bandara masih menunggu kelengkapan surat izin impor yang sah dari otoritas terkait.

Data volume impor emas India pada April 2026 menunjukkan penurunan drastis menjadi 0,66 juta ons, jika dibandingkan dengan periode April 2025 yang mencapai 0,94 juta ons.

Kondisi ini menjadi krusial mengingat India merupakan pasar perhiasan terbesar kedua di dunia setelah China, sementara produksi emas dalam negerinya sangat terbatas sehingga bergantung pada impor.

Cadangan Emas China Terus Meningkat

Berbeda dengan situasi di India, bank sentral China justru konsisten memperkuat posisi cadangan emas mereka dengan melakukan aksi beli secara beruntun selama 18 bulan terakhir.

Pada periode April saja, otoritas moneter China telah menambah simpanan emas sebanyak 8 ton, sebuah angka yang jauh melampaui volume pembelian pada bulan-bulan sebelumnya di tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi