Harga Bitcoin Melonjak Sepanjang April 2026 Namun Rentan Koreksi

Harga Bitcoin Melonjak Sepanjang April 2026 Namun Rentan Koreksi
Foto: Ilustrasi Harga Bitcoin Melonjak Sepanjang April 2026 Namun Rentan Koreksi.

Aset kripto Bitcoin (BTC) menunjukkan performa impresif dengan mencatat lonjakan harga yang signifikan sepanjang bulan April 2026. Seperti dilansir dari Money, kenaikan bulanan ini mencapai 12,7 persen dan menjadi catatan terbaik sejak periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa penguatan ini memperpanjang tren positif selama dua bulan berturut-turut. Sebelumnya, pada Maret 2026, harga Bitcoin hanya mampu tumbuh tipis sebesar 2 persen setelah mengalami pelemahan dalam lima bulan sebelumnya.

Selain Bitcoin, Ether juga menunjukkan taji dengan kenaikan sekitar 8 persen pada periode April. Capaian tersebut menandai performa bulanan terbaik bagi aset Ether sejak Agustus tahun lalu.

Meskipun harga meroket, CryptoQuant memberikan catatan kritis terkait fondasi kenaikan tersebut. Lonjakan harga Bitcoin pada April 2026 ditemukan lebih banyak didorong oleh aktivitas perdagangan derivatif, terutama melalui kontrak berjangka tanpa jatuh tempo atau perpetual futures.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan permintaan di pasar spot yang justru memperlihatkan tanda-tanda pelemahan. Indikator yang mengukur perubahan pembelian Bitcoin dalam rentang waktu 30 hari tetap berada di zona negatif sepanjang bulan tersebut.

Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, menyampaikan pandangannya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menilai adanya ketimpangan antara permintaan pasar berjangka dan akumulasi aset riil.

"Divergensi antara kenaikan permintaan futures dan penurunan permintaan spot menunjukkan bahwa kenaikan harga lebih didorong oleh leverage dibanding akumulasi aset secara riil," ujar Moreno dalam laporannya.

Analisis sejarah menunjukkan bahwa kondisi pasar yang didorong oleh leverage biasanya tidak mampu bertahan dalam jangka panjang. Harga sering kali mengalami koreksi mendalam saat para trader mulai melepas posisi leverage mereka.

Perubahan Struktur Pasar Kripto

Fenomena yang terjadi sepanjang 2026 ini merefleksikan pergeseran struktur dalam industri kripto secara global. Perdagangan derivatif kini telah mengambil peran sebagai motor utama penggerak likuiditas sekaligus pembentuk harga di pasar.

Di sisi lain, perdagangan spot yang dahulu menjadi pilar pendapatan bursa kripto kini cenderung kurang stabil. Hal ini disebabkan aktivitas spot sangat bergantung pada siklus akumulasi aset yang sifatnya tidak konsisten.

Pergerakan harga kripto pada tahun 2026 juga sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Faktor-faktor seperti ekspektasi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat serta tensi geopolitik akibat konflik Iran menjadi pemicu reaktivitas pasar.

Hingga saat ini, pasar masih kekurangan katalis positif yang kuat. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya perkembangan signifikan terkait pembahasan CLARITY Act, yakni regulasi struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

Perbandingan dengan Pola Pasar 2022

Julio Moreno menarik perbandingan antara kondisi saat ini dengan pola yang pernah terjadi pada awal pasar bearish tahun 2022. Saat itu, kenaikan permintaan futures yang tidak dibarengi permintaan spot diikuti oleh penurunan harga yang cukup lama.

Namun, terdapat beberapa faktor pembeda pada tahun 2026, termasuk keterlibatan institusi yang lebih masif. Keberadaan produk ETF Bitcoin spot kini menjadi elemen baru yang memperkuat struktur kepemilikan aset.

Pada April 2026 saja, arus dana masuk bersih ke ETF Bitcoin menembus angka 1,9 miliar dollar AS. Total aset bersih dari produk ini secara akumulatif telah mencapai sekitar 100,53 miliar dollar AS.

Selain itu, berbagai perusahaan juga terus memperkuat cadangan kas mereka melalui aset digital. Tercatat ada tambahan kepemilikan sekitar 58.000 koin Bitcoin dengan nilai estimasi mencapai 4,4 miliar dollar AS oleh korporasi.

Walaupun sempat menyentuh level 79.500 dollar AS pada April, momentum kenaikan Bitcoin mulai melandai. Memasuki awal Mei 2026, harga sempat menguat kembali sebesar 2 persen, tetapi posisinya masih berada di bawah titik tertinggi bulan lalu.

Moreno memberikan penegasan bahwa reli yang hanya bersandar pada leverage memiliki ruang gerak yang terbatas. Risiko pembalikan arah harga tetap tinggi selama belum ada dukungan kuat dari permintaan di pasar spot.

Artikel terkait

Rekomendasi