Harga unit bekas Hyundai Ioniq 5 di Indonesia mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh angka Rp 300 jutaan pada Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Detik Oto, pergerakan harga di pasar sekunder ini terlihat sangat mencolok bagi unit produksi tahun 2022 hingga 2024 dibandingkan harga barunya yang sempat mencapai Rp 900 jutaan.
Data pasar menunjukkan unit tahun muda kini banyak dipasarkan di kisaran Rp 300 juta hingga Rp 450 jutaan. Fenomena ini menandai pergeseran nilai jual kendaraan listrik yang sebelumnya sulit dibayangkan bakal jatuh ke level harga tersebut dalam waktu singkat.
Direktur OLXmobbi Agung Iskandar memberikan penegasan bahwa penyusutan nilai kendaraan listrik memang terjadi lebih cepat daripada mobil bermesin konvensional. Penurunan ini mencerminkan dinamika baru dalam struktur pasar otomotif nasional.
"Dalam beberapa kasus, depresiasi bisa mencapai sekitar 50% dalam tiga tahun pertama," ujar Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi.
Pihaknya menyoroti bahwa Ioniq 5 menjadi representasi nyata dari tren ini karena ketersediaan unit di pasar bekas yang mulai melimpah. Model keluaran 2022 yang dahulu bernilai Rp 800 jutaan kini dapat ditemukan pada rentang harga yang jauh lebih rendah.
"Dalam beberapa kasus, depresiasi bisa mencapai sekitar 50% dalam tiga tahun pertama," ujar Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi.
Struktur varian di Indonesia terdiri dari trim Prime dan Signature dengan pilihan Standard Range (SR) serta Long Range (LR). Varian Prime SR dibekali baterai 58 kWh, sementara tipe Long Range mengandalkan kapasitas 72,6 kWh yang mampu menempuh jarak di atas 400 km.
Berdasarkan pantauan harga, unit Prime SR atau Prime LR saat ini dipasarkan mulai dari Rp 270 juta hingga Rp 320 jutaan. Namun, unit dengan harga di bawah Rp 300 juta biasanya merupakan kendaraan operasional dengan catatan jarak tempuh tinggi mencapai 80.000 hingga 100.000 km.
Untuk varian Signature SR hingga Signature LR, harga bekasnya masih bertahan di angka Rp 350 juta sampai Rp 500 jutaan. Unit tahun 2024-2025 dengan kilometer rendah umumnya masih dijual di atas Rp 450 jutaan karena kondisi fisik dan baterai yang lebih segar.
Secara teknis, Ioniq 5 tetap menawarkan desain futuristik dan ruang kabin lapang dengan lantai rata yang mendukung kenyamanan baris kedua. Meskipun harga pasarannya menurun, kualitas berkendara mobil ini tetap responsif dan halus, terutama untuk penggunaan dalam kota yang sering menghadapi kemacetan.
Calon pembeli disarankan tetap melakukan pengecekan menyeluruh terhadap isu global seperti Integrated Charging Control Unit (ICCU) dan memastikan pembaruan dari pabrikan telah dilakukan. Faktor utama lainnya adalah ketersediaan infrastruktur pengisian daya mandiri di rumah untuk menjaga kepraktisan penggunaan harian.