Harga BBM Pertamina di Jakarta dan Banten 27 April 2026 Belum Berubah

Harga BBM Pertamina di Jakarta dan Banten 27 April 2026 Belum Berubah
Foto: Ilustrasi Harga BBM Pertamina di Jakarta dan Banten 27 April 2026 Belum Berubah.

PT Pertamina (Persero) masih memberlakukan harga bahan bakar minyak (BBM) hasil penyesuaian terakhir hingga Senin, 27 April 2026. Kebijakan harga yang ditetapkan sejak 18 April tersebut dilaporkan belum mengalami perubahan kembali.

Dilansir dari Money, data resmi dari laman mypertamina.id menunjukkan bahwa fluktuasi harga hanya menyasar sejumlah jenis BBM nonsubsidi tertentu. Sebaliknya, kelompok BBM subsidi dan beberapa varian nonsubsidi lainnya tetap dipatok dengan harga stabil.

Kenaikan harga pada periode ini hanya terjadi untuk tiga jenis produk, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, varian Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap bertahan pada level harga sebelumnya tanpa ada kenaikan.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh lonjakan harga energi di pasar internasional. Kondisi geopolitik yang memanas akibat konflik di wilayah Timur Tengah menjadi pemicu utama meroketnya harga minyak mentah global yang menjadi acuan SPBU.

Berikut adalah rincian harga BBM nonsubsidi yang berlaku untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten:

Tabel Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 27 April 2026
Jenis BBM NonsubsidiHarga per Liter
Pertamax TurboRp 19.400
DexliteRp 23.600
Pertamina DexRp 23.900
PertamaxRp 12.300
Pertamax Green 95Rp 12.900

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Berbeda dengan kategori nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar dunia, harga BBM jenis subsidi dipastikan tidak berubah. Pemerintah masih mempertahankan harga jual Pertalite dan Biosolar guna menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi global.

Harga Pertalite saat ini dipatok Rp 10.000 per liter. Untuk Biosolar, konsumen masih dapat menebusnya dengan harga Rp 6.800 per liter. Angka ini berlaku seragam untuk operasional SPBU di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Perlu dicatat bahwa penyesuaian harga akhir di setiap daerah bisa memiliki selisih tertentu. Hal ini disebabkan oleh perbedaan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi serta biaya logistik pengiriman.

Faktor distribusi dan letak geografis SPBU turut menentukan komponen biaya tambahan tersebut. Namun, untuk wilayah dengan akses logistik yang mudah seperti Jakarta dan Banten, harga mengikuti standar yang telah ditetapkan dalam daftar tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi