Erling Haaland Puji Bernardo Silva Jelang Perpisahan dengan Man City

Erling Haaland Puji Bernardo Silva Jelang Perpisahan dengan Man City
Foto: Ilustrasi Erling Haaland Puji Bernardo Silva Jelang Perpisahan dengan Man City.

Penyerang Manchester City, Erling Haaland, memberikan penghormatan khusus kepada Bernardo Silva yang dijadwalkan meninggalkan klub pada akhir Juni 2026 mendatang. Haaland menyebut gelandang asal Portugal tersebut sebagai pemain paling cerdas yang pernah menjadi rekan setimnya selama berkarier di Inggris.

Masa bakti Silva di Etihad Stadium akan segera berakhir seiring dengan habisnya masa kontrak sang pemain pada penghujung musim ini. Pengabdian selama sembilan tahun tersebut menghasilkan total 18 trofi bagi Manchester City, termasuk dominasi enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Haaland mengakui bahwa kualitas Silva sangat sulit untuk dideskripsikan hanya dengan kata-kata karena pengaruhnya yang begitu besar dalam permainan tim. Penyerang asal Norwegia itu menekankan aspek kecerdasan taktis yang dimiliki Silva dalam mengatur tempo pertandingan di lapangan.

"Kalau Anda tanya ke saya, apa kemampuannya yang terbaik, agak sulit dijelaskan ya. Cara dia mengontrol pertandingan, kecerdasannya, dia mungkin rekan setim saya yang paling pintar," ungkap Haaland ke Sky Sports.

Pencapaian Silva selama hampir satu dekade di Manchester dianggap Haaland sebagai sebuah catatan yang luar biasa bagi sejarah klub. Ia merujuk pada koleksi trofi bergengsi yang telah dikumpulkan Silva sejak bergabung dengan skuad asuhan Pep Guardiola tersebut.

"Cuma dari cara dia mengontrol laga dan semuanya. Saat bicara tentang kariernya di City, sembilan tahun terakhir itu gila. Dia memenangi enam titel Premier League, lihatlah trofi-trofinya, dia memenangi Liga Champions," kata Haaland.

Kontribusi Silva pada musim peraihan treble winner juga menjadi sorotan utama dalam ingatan Haaland. Silva tercatat mencetak gol-gol krusial saat menghadapi tim raksasa Eropa seperti Bayern Munchen dan Real Madrid di fase gugur kompetisi kontinental.

"Lihat betapa pentingnya dia buat kami saat musim treble. Ketika dia mencetak gol lawan Bayern, ketika mencetak dua gol lawan Real Madrid. Sulit untuk menemukan kata yang tepat karena dia sudah menjadi sosok yang sepenting itu buat klub ini selama sembilan tahun terakhir," tutur Haaland.

Selain kemampuan teknis, Haaland menggarisbawahi dampak perilaku dan kepemimpinan Silva yang sangat mempengaruhi perkembangan internal klub. Gelandang senior tersebut dianggap telah membantu membentuk identitas Manchester City secara keseluruhan.

"Dan dia juga membentu klub ini, dengan cara dia bertindak di dalam dan luar lapangan," pungkas Haaland.

Artikel terkait

Rekomendasi