Pep Guardiola Kritik Inkonsistensi VAR Jelang Laga Kontra Crystal Palace

Pep Guardiola Kritik Inkonsistensi VAR Jelang Laga Kontra Crystal Palace
Foto: Ilustrasi Pep Guardiola Kritik Inkonsistensi VAR Jelang Laga Kontra Crystal Palace.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan kritik tajam terhadap inkonsistensi teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga Inggris pada Rabu (13/5/2026). Pernyataan ini muncul menyusul kemenangan tipis Arsenal atas West Ham United yang dinilai kontroversial dan memperlebar selisih poin di klasemen.

Kemenangan rival tersebut membuat Manchester City kini tertinggal lima poin dari puncak klasemen. Dilansir dari Suara, Guardiola kini lebih memilih mengalihkan perhatian skuatnya pada laga krusial menghadapi Crystal Palace di Stadion Etihad yang dijadwalkan berlangsung Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.

Pelatih asal Spanyol tersebut memberikan penegasan mengenai pentingnya menjaga konsentrasi pemain di tengah persaingan gelar juara yang semakin memanas. Ia menilai pengalihan fokus pada hal di luar permainan dapat merugikan ambisi klub untuk mempertahankan gelar.

ÔÇ£Saya selalu belajar bahwa ketika Anda kehilangan fokus, itu berbahaya,ÔÇØ ujar Guardiola dalam konferensi pers jelang laga kontra Crystal Palace dikutip dari Manchester Evening News.

Guardiola menekankan bahwa tanggung jawab utama perbaikan posisi di klasemen berada sepenuhnya di tangan para pemain dan staf teknis. Ia tidak ingin faktor eksternal seperti keputusan pengadil lapangan menjadi alasan penurunan performa timnya.

ÔÇ£Hanya kami yang bisa melakukan tugas kami dengan lebih baik,ÔÇØ tegasnya.

Terkait penggunaan teknologi asisten wasit video, Guardiola menyampaikan pandangan skeptisnya yang telah berlangsung sejak awal kehadirannya di sepak bola Inggris. Ia menganggap standar penerapan teknologi tersebut sering kali sulit diprediksi dan tidak konsisten.

ÔÇ£I tidak pernah percaya pada apa pun [dengan VAR] sejak saya tiba di sini sudah lama sekali,ÔÇØ ujar Guardiola.

Meskipun memiliki keraguan terhadap sistem pendukung wasit, mantan pelatih Barcelona itu tetap menuntut kualitas permainan yang lebih tinggi dari anak asuhnya. Menurutnya, kualitas di atas lapangan tetap menjadi faktor penentu utama hasil akhir pertandingan.

ÔÇ£Jika ingin berada di posisi ini, kami harus bermain lebih baik dan tidak menyalahkan pihak lain,ÔÇØ ujarnya.

Manchester City menargetkan poin penuh saat menjamu Crystal Palace untuk terus menekan posisi Arsenal. Guardiola mewaspadai motivasi tim tamu yang tetap akan bermain profesional meski tidak lagi mengejar target besar di sisa kompetisi musim ini.

Artikel terkait

Rekomendasi