Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan ketidakpercayaannya terhadap sistem VAR dan kepemimpinan wasit menjelang pertandingan krusial melawan Crystal Palace di Stadion Etihad pada Kamis (14/5/2026) dini hari pukul 02.00 WIB. Sikap ini muncul setelah sejumlah keputusan kontroversial kembali mewarnai persaingan gelar juara Liga Inggris.
Kekecewaan ini dipicu oleh dianulirnya gol menit akhir Callum Wilson dalam laga West Ham kontra Arsenal pada 10 Mei 2026 yang menguntungkan posisi rival utama City. Dilansir dari Bola, kemenangan Arsenal tersebut membuat selisih poin dengan The Citizens kini melebar menjadi 5 angka.
Guardiola menegaskan bahwa skuadnya harus mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada persiapan taktis daripada terjebak dalam polemik perwasitan. Ia menilai kehilangan fokus hanya akan membawa tim ke dalam situasi yang lebih sulit di sisa kompetisi musim ini.
"Saya selalu belajar bahwa ketika Anda kehilangan fokus, Anda berada dalam situasi berbahaya," kata Guardiola.
Eks pelatih Bayern Munich tersebut menekankan bahwa kendali penuh atas nasib tim berada di tangan para pemain itu sendiri. Menurutnya, peningkatan kualitas permainan adalah satu-satunya jalan keluar untuk mengamankan poin penuh tanpa bergantung pada keputusan pihak luar.
"Hanya kita yang bisa melakukan apa yang harus kita lakukan dan melakukannya dengan lebih baik. Itu sepenuhnya berada dalam kendali kita," tambah Guardiola.
Pengalaman pahit di masa lalu menjadi dasar keraguan Guardiola terhadap konsistensi teknologi asisten wasit video tersebut. Ia menyoroti kegagalan timnya di masa lalu yang ia yakini disebabkan oleh tidak berjalannya fungsi pengawasan pertandingan secara semestinya.
"Kami kalah di dua final Piala FA karena wasit tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya. Bahkan VAR. Ketika ini terjadi, itu karena kami harus berbuat lebih baik. Bukan wasitnya. Saya tidak pernah mempercayai apa pun [pada VAR] sejak saya datang ke sini sejak lama." tutur Guardiola.
Dalam pandangannya, menyalahkan diri sendiri dan terus memperbaiki kekurangan teknis jauh lebih produktif dibandingkan memprotes kebijakan otoritas liga. Guardiola meminta anak asuhnya untuk membuktikan kelayakan mereka berada di puncak klasemen melalui aksi di lapangan hijau.
"Kalian harus melakukannya dengan lebih baik. Lakukan dengan lebih baik. Jika kalian ingin berada di posisi itu, lakukan dengan lebih baik karena kalian harus menyalahkan diri sendiri," tegas Guardiola.
Pelatih asal Spanyol tersebut menganalogikan ketidakpastian VAR seperti sebuah undian yang tidak memiliki kepastian matematis. Baginya, menghadapi Crystal Palace menuntut konsentrasi tingkat tinggi yang tidak boleh terganggu oleh faktor eksternal apa pun.
"VAR itu seperti melempar koin. Kalian harus melakukannya dengan lebih baik. Itulah Crystal Palace, fokus, fokus, dan fokus," kata Guardiola.
Filosofi ini telah ia terapkan sejak menangani Barcelona, di mana standar performa pemain selalu ditempatkan di atas segala kontroversi yang ada. Ia menyerahkan urusan administratif dan kebijakan aturan sepenuhnya kepada lembaga penyelenggara kompetisi yang berwenang.
"Saya selalu mengatakan kepada para pemain ketika saya tiba di sini dan di Barcelona serta Bayern Munich: 'Kalian harus melakukannya dengan lebih baik'." ujar Guardiola.
Manajer tersukses City itu menutup pernyataannya dengan menegaskan pemisahan peran antara pemain di lapangan dengan regulator pertandingan. Fokus utamanya tetap pada eksekusi strategi guna mengejar ketertinggalan poin dari Arsenal di papan atas klasemen.
"Yang satunya lagi adalah tugas pernyataan dan lembaga yang mengatur kompetisi tersebut," tutur Guardiola.