Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas Akibat Masalah Kesehatan

Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas Akibat Masalah Kesehatan
Foto: Ilustrasi Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas Akibat Masalah Kesehatan.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI pada Jumat (15/5/2026). Keputusan ini diambil karena proses pemulihan penyakit vertigo yang belum tuntas serta kendala mental dalam menghadapi kompetisi.

Pengumuman mengenai pengunduran diri peraih medali perunggu Olimpiade 2024 Paris tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis resmi organisasi. Dilansir dari Detik Sport, alasan utama di balik langkah drastis ini berkaitan erat dengan kondisi fisik sang atlet.

"Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya. Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding," bunyi pernyataan PBSI.

Masalah kesehatan ini bermula sejak Maret 2025 yang memaksa atlet yang akrab disapa Jorji tersebut absen di sejumlah turnamen besar. Kejuaraan penting seperti Piala Sudirman, China Masters, hingga Korea Open terpaksa dilewatkan demi fokus pada pengobatan.

Setelah tiga bulan menepi, juara dunia junior 2017 ini sempat mencoba kembali berkompetisi pada ajang Japan Open. Untuk mengatasi efek sakitnya, Gregoria harus menggunakan kacamata hitam di lapangan guna meminimalisir dampak lampu sorot stadion terhadap matanya.

Meski dalam kondisi terbatas, ia mampu mencapai posisi runner-up di Japan Masters 2025 serta menyumbangkan medali perak beregu putri pada SEA Games 2025 Thailand. Namun, ketidakstabilan kondisi medis membuatnya mengajukan proteksi peringkat kepada BWF melalui federasi.

Langkah proteksi peringkat tersebut diajukan PBSI untuk periode 30 Desember 2025 dengan durasi tiga bulan hingga satu tahun. Namun, sebelum proses administratif tersebut selesai sepenuhnya, Gregoria memilih untuk mengakhiri masa baktinya di Pelatnas Cipayung.

Artikel terkait

Rekomendasi