Perjalanan tiga musim Girona di kasta tertinggi Liga Spanyol akhirnya harus terhenti. Skuad asuhan Míchel tersebut dipastikan terdegradasi dari La Liga setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Elche pada laga hidup-mati di Estadi Montilivi.
Hasil pertandingan ini sekaligus memastikan Elche tetap bertahan di kompetisi kasta utama untuk musim depan. Seperti dilansir dari Media Indonesia, Girona wajib memetik poin penuh untuk selamat, sementara Elche hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi mereka.
Tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi penguasaan bola hingga hampir 75% pada 15 menit pertama. Kendati demikian, kedua tim bermain sangat berhati-hati dan enggan mengambil risiko, hingga tidak ada satu pun tembakan yang tercipta selama setengah jam pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39 untuk keunggulan tim tamu lewat aksi memukau. Berawal dari sundulan Pedro Bigas ke dalam kotak penalti, Álvaro Rodríguez menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan para bek Girona.
Sang striker mengontrol bola beberapa kali sebelum membalikkan badan dan melepaskan tembakan keras ke langit-langit gawang yang mengubah skor menjadi 1-0. Tertinggal satu gol, Míchel langsung memberikan instruksi khusus saat jeda untuk membakar semangat para pemainnya.
Strategi tersebut membuahkan hasil instan setelah babak kedua berjalan kurang dari tiga menit. Girona berhasil menyamakan kedudukan melalui skema tendangan bebas.
Eksekusi keras dari Azzedine Ounahi gagal ditangkap dengan sempurna oleh kiper Elche, Matías Dituro. Bola muntah langsung disambar oleh Arnau Martínez dengan penyelesaian akhir yang klinis untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Sayangnya, Girona gagal memanfaatkan momentum gol penyeimbang tersebut. Pertandingan kembali berjalan alot dengan intensitas yang sering terhenti akibat pelanggaran, mirip dengan situasi di babak pertama.
Memasuki 10 menit terakhir, Girona yang tidak memiliki pilihan lain mulai bermain menyerang total demi memburu gol kemenangan. Tuan rumah hampir saja membalikkan keadaan ketika Thomas Lemar melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti.
Namun, bola hanya membentur mistar gawang yang membuat publik tuan rumah histeris. Hingga peluit panjang berbunyi, lini pertahanan Elche tampil disiplin dan kokoh untuk mempertahankan skor 1-1.
Tambahan satu poin ini sudah cukup bagi Elche untuk mengamankan status mereka di LaLiga setelah berhasil promosi pada tahun lalu. Sementara bagi Girona, hasil imbang ini resmi melempar mereka ke kompetisi kasta kedua.
Selain laga hidup-mati Girona, pekan terakhir Liga Spanyol yang berlangsung hingga 24 Mei 2026 juga menyajikan sejumlah pertandingan penentu lainnya. Getafe sukses memastikan diri lolos ke kompetisi Eropa setelah menundukkan Osasuna 1-0 melalui laga pamungkas.
Sementara itu, RCD Espanyol dan Real Sociedad harus puas berbagi angka 1-1. Hasil ini membuat Real Sociedad finis di peringkat ke-10 klasemen akhir.
Kejutan terjadi di Stadion Mestalla saat Valencia sukses menumbangkan sang juara Barcelona dengan skor telak 3-1. Kemenangan ini sekaligus memutus rekor buruk 11 laga tanpa kemenangan Los Che saat berjumpa Blaugrana.
Pada pertandingan lain, Celta Vigo sukses mengamankan tiket ke UEFA Europa League selama dua musim beruntun setelah menundukkan Sevilla 1-0. Di zona papan bawah, Levante sukses mempertahankan posisi di kasta tertinggi secara dramatis meski kalah 2-1 dari Real Betis.
Drama menit akhir juga mewarnai kemenangan Rayo Vallecano yang menang comeback 2-1 atas Deportivo Alaves berkat gol Randy Nteka. Hasil ini sekaligus mengamankan posisi delapan besar bagi Rayo Vallecano.