Satu tiket menuju UEFA Conference League (UECL) musim depan resmi menjadi milik Getafe. Kepastian ini didapat setelah skuad asuhan Jos├® Bordal├ís memetik kemenangan tipis 1-0 atas Osasuna pada pekan terakhir LaLiga musim 2025/2026 di Estadio Coliseum.
Seperti dilansir dari Media Indonesia, tuan rumah sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci posisi di zona Eropa. Namun, Azulones justru tampil canggung dan berada di bawah tekanan tim tamu pada awal babak pertama.
Kiper Getafe, David Soria, harus bekerja ekstra keras demi menyelamatkan gawangnya. Penjaga gawang tersebut tampil gemilang dengan mementahkan peluang emas dari Lucas Torró dan Raúl García dalam 15 menit pertama laga bergulir.
Getafe baru bisa keluar dari tekanan menjelang turun minum melalui respons serangan yang masih tergolong sporadis. Zaid Romero sempat melepaskan tembakan jarak jauh pada masa injury time babak pertama, tetapi kiper Osasuna, Sergio Herrera, masih sigap mengamankan bola hingga jeda.
Memasuki paruh kedua, kedua tim bermain dengan tempo yang cenderung berhati-hati karena besarnya pertaruhan di lapangan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60 setelah Getafe berhasil memanfaatkan momentum emas.
Gelandang Luis Milla melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola hasil sepakannya membentur pemain bertahan Osasuna sehingga berbelok arah dan mengecoh Sergio Herrera yang sudah mati langkah untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Osasuna yang sedang berjuang menghindari ancaman degradasi mencoba langsung merespons gol tersebut. Kendati demikian, lini pertahanan Getafe tampil sangat disiplin dan rapat guna mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil positif ini membawa Getafe finis di peringkat ketujuh klasemen akhir LaLiga, yang menjadi pencapaian terbaik klub sejak menduduki posisi kelima pada musim 2018/2019. Dua kemenangan kandang beruntun di akhir musim menjadi kunci utama kembalinya mereka ke panggung kontinental.
Di sisi lain, Osasuna harus menerima kenyataan menelan lima kekalahan beruntun di akhir musim. Beruntung bagi mereka, hasil pertandingan di stadion lain secara dramatis menyelamatkan tim dari jurang degradasi meski mereka harus finis di peringkat ke-17.