Generasi Muda Geser Tren Pernikahan Menjadi Lebih Simpel dan Fungsional

Generasi Muda Geser Tren Pernikahan Menjadi Lebih Simpel dan Fungsional
Foto: Ilustrasi Generasi Muda Geser Tren Pernikahan Menjadi Lebih Simpel dan Fungsional.

Generasi milenial dan Gen Z kini mulai mengubah arah preferensi dalam merencanakan hari bahagia mereka. Banyak pasangan muda yang lebih memilih konsep pernikahan yang simpel serta intim.

Langkah ini diambil guna mengalihkan anggaran dari pesta besar ke pemenuhan kebutuhan jangka panjang. Alokasi dana tersebut kini difokuskan untuk membeli rumah, menambah tabungan, hingga melengkapi perlengkapan rumah tangga.

Pergeseran ini mencerminkan lahirnya pandangan baru di kalangan anak muda terkait esensi dari sebuah pernikahan. Makna pernikahan kini tidak lagi hanya berpusat pada perayaan satu hari, melainkan pada kesiapan nyata dalam membangun kehidupan bersama secara realistis dan berkelanjutan.

Fenomena tersebut turut memengaruhi detail persiapan menjelang hari pernikahan, seperti yang dikutip dari Popbela. Jika dahulu calon pengantin disibukkan oleh pemilihan tempat acara yang megah, kini perhatian mulai tertuju pada strategi menghadapi kehidupan setelah resepsi usai.

Tingginya biaya hidup saat ini memicu para pasangan untuk bersikap lebih realistis dalam mengelola anggaran pernikahan. Data dari Bridestory menunjukkan bahwa banyak calon pengantin yang menyiapkan dana berkisar antara Rp250 juta hingga Rp500 juta untuk hari pernikahan mereka.

Namun, di sisi lain, hasil survei JAKPAT 2025 mengungkapkan fakta bahwa generasi milenial dan Gen Z lebih tertarik pada konsep pernikahan yang sederhana dan intim daripada pesta berskala besar. Perubahan pola pikir ini otomatis mengubah daftar prioritas mereka.

Dana yang semula dialokasikan untuk satu hari pesta mewah kini perlahan dialihkan ke hal-hal yang bersifat jangka panjang. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk uang muka hunian, kendaraan, modal usaha, hingga pengisian perabot rumah tangga.

Pergeseran Konsep Seserahan Menjadi Lebih Praktis

Dampak dari perubahan paradigma ini juga terlihat jelas pada konsep seserahan yang kini bergeser menjadi lebih fungsional. Barang-barang seserahan tidak lagi sekadar menjadi pajangan atau simbol semata.

Salah satu contoh tren ini ditunjukkan oleh seorang kreator konten sekaligus pendiri Ruang A23, Arrofi Ramadhan. Lewat unggahan mengenai persiapan pernikahannya, Arrofi menampilkan barang seserahan dengan isi yang terbilang tidak biasa.

Ia sengaja memilih barang-barang yang dapat langsung digunakan dalam rutinitas rumah tangga sehari-hari setelah resmi menikah.

"Karena momennya menikah, saya tidak ingin memberikan sesuatu yang biasa saja. Seserahannya, saya ingin tetap punya nilai personal, bermanfaat untuk rumah tangga kami nanti, dan semoga bisa ikut membanggakan mertua juga," ujarnya.

Mesin Cuci hingga Peralatan Pertukangan

Beberapa barang elektronik dan kebutuhan esensial dipilih untuk mengisi kotak seserahan tersebut. Salah satu barang utama yang dibawa oleh Arrofi adalah mesin cuci.

Perangkat ini dinilai akan sangat meringankan pekerjaan domestik sehari-hari, terutama saat pasangan baru mulai beradaptasi dalam pembagian tugas rumah tangga. Tidak hanya itu, aki mobil juga turut dimasukkan ke dalam daftar barang bawaan.

Keberadaan kendaraan dinilai menjadi kebutuhan krusial setelah menikah demi mendukung mobilitas kerja maupun urusan keluarga lainnya. Uniknya, sebuah bor listrik juga ikut diserahkan kepada calon pengantin.

Profesi Arrofi yang merupakan seorang desainer interior membuat peralatan pertukangan seperti bor listrik dipastikan akan sering digunakan saat mereka mulai menata tempat tinggal baru bersama.

Relevansi Barang Jangka Panjang

Demi memastikan daya tahan barang-barang tersebut, Arrofi memilih produk dari Bosch Indonesia karena dinilai memiliki fungsi jangka panjang yang mumpuni untuk skala rumah tangga.

"Saya ingin ada sesuatu yang besar, fungsinya terasa terus, bukan hanya disimpan," kata Arrofi.

Menanggapi fenomena ini, Fenny Anggraeni Sofyan menyatakan bahwa perubahan sudut pandang di kalangan pasangan muda saat ini memang semakin marak dijumpai. Kenyamanan di dalam sebuah rumah sering kali berawal dari ketersediaan alat-alat sederhana yang membuat aktivitas harian menjadi lebih praktis.

"Harapannya, produk-produk kami bisa membantu pasangan muda di Indonesia menjadi ÔÇÿmantu idamanÔÇÖ yang kini semakin lekat dengan kesiapan menjalani kehidupan setelah menikah," ujar Fenny.

Hadirnya tren seserahan fungsional ini membuktikan bahwa kesiapan membangun rumah tangga kini dinilai lewat tindakan yang lebih nyata dan dapat digunakan sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi