AS Roma sukses mengamankan satu poin penting setelah menahan imbang AC Milan dengan skor 1-1 dalam lanjutan Serie A. Hasil ini menempatkan tim Serigala Ibu Kota sejajar dengan Napoli di posisi ketiga klasemen sementara.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, memberikan apresiasi tinggi atas performa anak asuhnya saat menghadapi tim peringkat kedua tersebut. Dilansir dari Investortrust, Roma menunjukkan ketangguhan dalam meredam serangan balik lawan.
Pertandingan ini sempat membangkitkan memori kekalahan tipis Roma di San Siro pada November lalu. Namun, kali ini skenario pahit tersebut berhasil dihindari berkat kedisiplinan tinggi di lini pertahanan sepanjang laga.
AC Milan sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Koni de Winter yang memanfaatkan umpan sepak pojok pendek Luka Modric. Meski tertinggal, Roma berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan lewat titik putih.
Lorenzo Pellegrini tampil sebagai pahlawan setelah sukses mengeksekusi penalti tersebut dengan tenang. Gasperini sempat merasa khawatir karena dua eksekutor utama mereka sudah ditarik keluar lapangan.
"Dua eksekutor utama kami, Dybala dan Malen, sudah keluar. Awalnya kami mengira Cristante yang akan mengambil penalti, tapi Pellegrini maju dan dia melakukannya dengan sangat baik," ujar Gian Piero Gasperini kepada DAZN Italia.
Gasperini menambahkan bahwa kekalahan dalam laga ini akan sangat menyakitkan mengingat betapa berbahayanya transisi Milan. Ia menyoroti masuknya pemain segar seperti Pulisic dan Fuellkrug yang menambah tekanan bagi Roma.
"Ketika Milan memimpin, mereka sangat mematikan dalam transisi, apalagi dengan masuknya pemain-pemain segar seperti Pulisic dan Fuellkrug. Kalau kami kalah di laga ini, rasanya akan sangat menyakitkan. Sebaliknya, jika kami yang unggul lebih dulu, peluang menang juga sangat besar," kata Gian Piero Gasperini.
Dampak Rekrutan Baru dan Kekuatan Lini Belakang
Kehadiran Donyell Malen yang didatangkan pada bursa transfer Januari memberikan dimensi baru bagi lini serang Roma. Gasperini menilai pergerakan Malen sangat membantu dalam membongkar pertahanan dalam milik AC Milan.
"Malen luar biasa sebagai penyerang tengah. Kebugarannya akan terus meningkat. Melawan pertahanan Milan yang sangat dalam, pergerakannya sangat membantu. Kami yakin dia pembelian yang tepat," ujarnya.
Selain lini serang, pelatih juga menyanjung barisan pertahanan yang mampu menjinakkan pelari cepat Milan seperti Rafael Leao dan Nkunku. Kerja keras tim dalam meminimalisir peluang lawan menjadi kunci utama hasil imbang ini.
"Kami layak mendapat kredit. Milan punya pelari cepat seperti Leao, Pulisic, Nkunku, bahkan Rabiot. Mereka selalu berbahaya, bahkan saat terlihat tertekan," tegas Gasperini.
Gasperini menutup pernyataannya dengan bangga terhadap determinasi skuad mudanya musim ini. Penampilan solid di lini belakang dinilai sebagai bukti nyata dari progres signifikan yang dialami tim asuhannya.
"Pertahanan kami musim ini luar biasa. Membuat Milan minim peluang adalah bukti kerja keras dan determinasi tim," tutup Gian Piero Gasperini.