Garudayaksa FC memimpin keunggulan sementara dengan skor 2-0 atas PSS Sleman pada babak pertama pertandingan final Championship Liga 2 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). Tim asuhan Widodo Cahyono Putro tersebut kini hanya berjarak 45 menit dari gelar juara kompetisi musim ini.
Dua gol keunggulan tim tamu dihasilkan melalui aksi Alfin Kelilauw dan eksekusi penalti Everton Nascimento sebagaimana dilansir dari Bola. Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal laga di mana kedua kesebelasan saling melancarkan serangan di sepanjang paruh pertama.
PSS Sleman yang berstatus sebagai tuan rumah sebenarnya langsung menggebrak lewat tekanan cepat di menit pertama. Peluang muncul saat Frederic Injai tampak dijatuhkan di area terlarang, namun wasit tidak menganggap insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran penalti.
Dominasi serangan Laskar Super Elang Jawa banyak bertumpu pada pergerakan sayap yang mengandalkan kecepatan Riko Simanjuntak serta Terens Puhiri. Kendati demikian, barisan pertahanan Garudayaksa tampil disiplin dan mampu membaca variasi serangan lawan sehingga tidak ada ancaman berarti hingga 20 menit pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23 melalui skema umpan jauh dari wilayah pertahanan Garudayaksa. Alfin Kelilauw berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola melewati kiper Ega Rizky yang keluar dari sarangnya, sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.
Berupaya mengejar ketertinggalan, PSS Sleman tampil lebih terbuka yang justru meninggalkan celah di lini belakang mereka. Kondisi ini hampir dimanfaatkan Everton Nascimento pada menit ke-31, meski tendangannya masih menyamping tipis di sisi gawang lawan.
Tekanan bertubi-tubi Garudayaksa membuahkan hasil kedua setelah wasit Yoko Suprianto meninjau monitor Video Assistant Referee (VAR) pada menit ke-35. Tinjauan tersebut dilakukan akibat pelanggaran yang dilakukan oleh bek senior Fachruddin Aryanto terhadap pemain lawan dua menit sebelumnya.
Wasit kemudian menunjuk titik putih sebagai hukuman atas pelanggaran tersebut. Everton Nascimento yang bertindak sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.