Garudayaksa FC sukses menyabet gelar juara Championship Liga 2 musim 2025-2026 setelah menumbangkan PSS Sleman melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB.
Kemenangan klub tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu usai, sebagaimana dilansir dari Bola. Tim asuhan Ansyari Lubis harus puas menjadi runner-up meski bermain di hadapan pendukung sendiri.
Jalannya pertandingan pada babak pertama didominasi oleh Garudayaksa FC yang berhasil mencetak dua gol melalui Alfin Kelilauw dan eksekusi penalti Everton Nascimento. Namun, PSS Sleman bangkit di babak kedua lewat dwigol yang dilesakkan Gustavo Tocantins.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, memberikan tanggapan terkait hasil pertandingan dan menyoroti kebangkitan anak asuhnya pada paruh kedua laga final tersebut.
"Di babak kedua kita bermain secara luar biasa, kita bisa menyamakan kedudukan. Semuanya hanya kita anggap sebagai faktor ya," ujar Ansyari Lubis, Pelatih PSS Sleman.
Ansyari tetap memberikan apresiasi tinggi kepada sang lawan yang berhasil mempertahankan performa hingga memastikan gelar juara di partai puncak.
"Jadi selamat buat Garudayaksa yang bisa menjadi juara Terutama ini partai final yang saya kira cukup bagus untuk kita lihat dan kita tonton," sambung Ansyari Lubis, Pelatih PSS Sleman.
Juru taktik tersebut juga mengungkapkan harapannya agar klub berjuluk Super Elja ini bisa menunjukkan performa yang lebih kompetitif pada kasta tertinggi liga Indonesia musim depan.
"Mudah-mudahan PSS Sleman bisa lebih baik lagi di Liga 1." ujar Ansyari Lubis, Pelatih PSS Sleman.
Selain sang pelatih, penyerang Irvan Mofu juga menyampaikan perasaan pribadinya setelah gagal membawa trofi bagi masyarakat Sleman meski timnya telah memastikan tiket promosi.
"Pertama-tama kami minta maaf kepada warga Sleman. Kami tidak bisa menjadi juara, tapi yang paling penting PSS Sleman bisa kembali ke Liga 1," tutup Irvan Mofu, Pemain PSS Sleman.
Keberhasilan PSS Sleman melaju ke final ini sekaligus menandai kembalinya tim tersebut ke kasta tertinggi sepak bola nasional setelah sempat absen pada musim kompetisi berjalan.