Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, Championship Liga 2 2025-2026, telah resmi berakhir dengan menobatkan Garudayaksa FC sebagai pemenang utama. Dilansir dari Bola, tim besutan Widodo Cahyono Putro ini memastikan gelar juara setelah memenangi laga final yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu lalu.
Pertandingan puncak tersebut berlangsung dengan tensi tinggi hingga memaksa kedua tim bermain imbang 2-2 selama waktu normal dan babak tambahan. Garudayaksa akhirnya mengunci kemenangan atas PSS Sleman melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3.
Hasil akhir kompetisi ini sekaligus menentukan tiga tim yang mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Selain Garudayaksa dan PSS Sleman, Adhyaksa FC Banten turut naik kasta setelah menumbangkan Persipura Jayapura pada babak play-off.
Setelah laga final usai, operator kompetisi I.League menyerahkan sederet penghargaan bagi para pemain dan pelatih yang menunjukkan performa impresif sepanjang musim. Gustavo Tocantins, penyerang andalan PSS Sleman asal Brasil, terpilih sebagai Pemain Terbaik musim ini.
Tocantins dianggap sebagai nyawa serangan Laskar Sembada dengan kontribusi 24 gol dan 10 assists. Pemain ini juga dipuji karena kepemimpinan vokalnya di lapangan serta kemampuan taktikal yang rajin menjemput bola untuk menghidupkan alur serangan tim.
Sektor penjaga gawang juga mendapat sorotan melalui aksi Ikram Al Giffari dari FC Bekasi City yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Mantan kiper Timnas U20 Indonesia tersebut mencatatkan rasio penyelamatan sebesar 85 persen dari 98 tendangan tepat sasaran yang mengarah ke gawangnya.
Ikram sukses membukukan tujuh clean sheet dari 20 pertandingan yang dijalaninya. Performa gemilang ini turut membantu FC Bekasi City menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Grup A sepanjang musim kompetisi.
Dominasi Adhyaksa FC dan Sportivitas Persipura
Di kategori teknis, Ade Suhendra yang merupakan juru taktik Adhyaksa FC terpilih sebagai Pelatih Terbaik. Di bawah kepemimpinannya, Adhyaksa mampu tampil konsisten dan merebut tiket promosi meski pada awal musim tidak masuk dalam jajaran tim unggulan.
Keberhasilan Adhyaksa semakin lengkap dengan predikat Top Skor yang diraih oleh bomber mereka, Adilson Silva. Pemain asal Portugal tersebut mengoleksi total 26 gol dari 27 laga, termasuk torehan gol krusial yang menentukan kemenangan tim di fase play-off.
Penghargaan terakhir diberikan kepada Persipura Jayapura sebagai tim fair play karena dinilai menjunjung tinggi sportivitas. Tim berjuluk Mutiara Hitam ini mencatatkan jumlah pelanggaran yang relatif rendah dengan koleksi 50 kartu kuning dan tiga kartu merah sepanjang musim.
| Kategori Penghargaan | Nama Peraih | Klub |
|---|---|---|
| Juara Utama | Garudayaksa FC | Garudayaksa FC |
| Pemain Terbaik | Gustavo Tocantins | PSS Sleman |
| Pemain Muda Terbaik | Ikram Al Giffari | FC Bekasi City |
| Pelatih Terbaik | Ade Suhendra | Adhyaksa FC |
| Top Skor | Adilson Silva (26 Gol) | Adhyaksa FC |
| Tim Fair Play | Persipura Jayapura | Persipura Jayapura |