Tim Indonesia mencetak sejarah baru di panggung internasional lewat ajang Street Child World Cup 2026. Garuda Baru berhasil keluar sebagai juara dunia setelah menaklukkan Argentina dalam pertandingan final yang berlangsung dramatis.
Kemenangan ini dinilai bukan sekadar pencapaian di lapangan hijau. Keberhasilan tersebut menjadi simbol harapan, keberanian, dan ruang untuk menyuarakan hak anak-anak yang selama ini sering terabaikan, seperti dikutip dari Media Indonesia.
Pertandingan final berjalan ketat sejak menit pertama. Tim Garuda Baru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Reihan pada menit 6.25. Namun, Argentina menyamakan kedudukan menjadi 1-1 satu menit sebelum laga berakhir, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Tiga eksekutor penalti Indonesia yaitu Reihan, Topan, dan Deno, berhasil menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, Samuel menjadi penentu kemenangan setelah memblokir tendangan penalti terakhir dari tim Argentina.
Kompetisi global ini diikuti oleh berbagai negara dan menjadi wadah bagi anak-anak untuk membuktikan potensi mereka. Ajang ini menegaskan bahwa mereka memiliki mimpi serta bakat yang patut mendapatkan dukungan penuh.
Founder Garuda Baru, Mahir Bayasut, menyampaikan bahwa kemenangan ini harus menjadi momentum untuk melihat isu perlindungan anak secara lebih serius di Indonesia.
"Di balik kemenangan ini, ada pesan besar yang tidak boleh kita abaikan. Angka kekerasan terhadap anak masih tinggi, akses pendidikan berkualitas masih belum merata, perlindungan anak di ruang digital juga masih lemah. Bahkan budaya mendengar suara anak pun masih belum tumbuh dengan baik," ujar Mahir, Sabtu (16/5).
Menurutnya, anak-anak sering kali masih dipandang belum mengerti apa-apa, tidak boleh bersuara, bahkan dianggap salah ketika menyampaikan pendapat. Padahal, anak-anak juga memiliki hak untuk didengar dan dihargai pandangannya.
"Belum lama ini publik juga melihat bagaimana sebuah ajang cerdas cermat bisa menjadi perdebatan nasional karena suara dan ekspresi anak dianggap tidak penting. Ini menjadi pengingat bahwa kita masih harus belajar menghargai perspektif anak-anak," lanjutnya.
Mahir menegaskan bahwa semangat "I Am Somebody" yang menjadi ruh Street Child World Cup bukan sekadar slogan, melainkan pesan global bahwa setiap anak memiliki nilai, martabat, dan hak yang sama untuk tumbuh dengan aman dan bermakna.
"Kadang dunia hanya melihat mereka sebagai anak jalanan. Hari ini dunia melihat mereka sebagai juara dunia. Mereka tidak meminta dikasihani. Mereka hanya ingin diberi kesempatan," tegasnya.
Olahraga kemasyarakatan dinilai memiliki peran besar dalam membentuk karakter, disiplin, mental, dan rasa percaya diri. Aktivitas ini sekaligus menyediakan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk berkembang.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendampingan, perlindungan, dan kesempatan yang setara mampu membawa anak-anak bersaing di tingkat global.
"Dari lorong sempit, rumah susun, hingga panggung dunia. Hari ini Garuda Baru mengajarkan kepada kita semua bahwa mimpi tidak pernah mengenal alamat. Dan tidak ada satu pun anak yang pantas ditinggalkan," tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Street Soccer DKI Jakarta tersebut.