Ganda Campuran Indonesia Tersingkir dari Singapura Terbuka 2026

Ganda Campuran Indonesia Tersingkir dari Singapura Terbuka 2026
Foto: Ilustrasi Ganda Campuran Indonesia Tersingkir dari Singapura Terbuka 2026.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, tersingkir dari turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2026 setelah menderita kekalahan di babak 32 besar pada Rabu (27/5).

Dilansir dari Media Indonesia, duet Merah Putih ini harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin, lewat pertandingan ketat tiga gim di Singapore Indoor Stadium. Hasil negatif tersebut membuat Indonesia kehabisan wakil pada sektor ganda campuran di babak kedua turnamen BWF World Tour Super 750 ini.

Kegagalan melangkah lebih jauh menjadi evaluasi penting bagi pasangan baru tersebut, terutama dalam rangkaian turnamen Asia Tenggara yang melelahkan. Melati menilai persaingan di level elite membutuhkan proses adaptasi yang panjang, khususnya bagi Bobby yang baru berpindah ke sektor ganda campuran papan atas.

"Dari tiga turnamen di Asia Tenggara ini, kami mendapat banyak pelajaran. Tidak mudah main di level atas. Dahulu saya juga merasakan bagaimana perjuangan dari bawah lalu tembus ke atas dan bertahan di sana. Ini penting buat Bobby yang statusnya masih baru," ujar Melati melalui keterangan resmi PBSI.

Ganda campuran senior Indonesia ini menyayangkan hilangnya momentum kemenangan pada gim kedua saat perolehan poin sedang berjalan sengit. Kesalahan elementer di fase krusial tersebut langsung mengubah jalannya permainan dan menguntungkan pasangan lawan.

"Ada peluang untuk menang, tapi sayang di gim kedua saat skor 14-14, kami langsung buang dua poin mudah dari servis. Dari situ permainan langsung berubah dan mereka mengambil kontrol. Andai kami bisa konsisten, mungkin ceritanya berbeda," tambah Melati.

Kegagalan menjaga konsistensi menjadi catatan utama bagi performa pasangan Indonesia sepanjang kejuaraan ini. Melati menekankan bahwa untuk bersaing di level elite, kemampuan teknis saja tidak cukup melainkan dibutuhkan konsistensi, ketahanan mental, dan kemampuan menjaga fokus pada fase krusial pertandingan untuk bisa bertahan di jajaran pemain papan atas dunia.

Sementara itu, Bobby menyadari adanya tekanan besar yang dihadapi saat bertanding dalam turnamen level Super 750. Kendati demikian, ia merasakan adanya tren positif dalam adaptasi permainan mereka di lapangan.

"Saya merasa sudah bisa mengimbangi dan ada peningkatan, tapi tetap masih banyak yang harus dibenahi. Senang bisa dapat kesempatan main di level atas, meski ada tegangnya," kata Bobby.

Kekalahan Bobby/Melati sekaligus melengkapi hasil minor tim ganda campuran Indonesia di turnamen ini. Pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja sebelumnya juga langsung angkat koper di babak pertama setelah ditumbangkan oleh wakil Prancis.

Artikel terkait

Rekomendasi